Lima Hewan Ternak di Gunungkidul Mati Diserang Hewan Misterius, Tubuh Utuh, Darah Dihisap Habis
Lima Hewan ternak di Dusun Pulegundes, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul ditemukanmmati diduga serangan hewan liar
TRIBUNSOLO. COM - Lima Hewan ternak di Dusun Pulegundes, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul ditemukanmmati diduga serangan hewan liar yang masih misterius.
Warga pun geger, dengan penemuan tersebut, pada Selasa (22/10/2019).
Kasi Pemerintahan Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Eka Sulistyana mengungkapkan, hewan ternak yang diserang oleh hewan liar adalah kambing milik Karso Ngadiman warga Pulegundes II RT 02/10, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, pada pagi tadi.
"Kambing yang diserang ada sebanyak lima kambing. Jarak kandang dari pemukiman memang jauh sekitar 5 km," katanya.
Ia mengatakan, warga sekitar memang memelihara hewan ternak jauh dari rumah.
Karena jika dipelihara di rumah, persediaan air dan pakan untuk hewan ternak sangat terbatas.
"Kalau memelihara di dekat rumah akan memakan biaya yang besar karena harus membeli air, membeli pakan kalau dipelihara di ladang air dan pakan sudah tersedia," ucapnya.
Lanjutnya, masyarakat jika membeli pakan untuk hewannya seharga Rp 25 ribu itupun hanya mendapatkan satu ikat daun jagung yang isinya tidak lebih dari 15 lembar, belum lagi kalau harus membeli air yang dihargai Rp 150.000 per 5 ribu liter.
Dirinya menjelaskan, kondisi kambing masih dalam keadaan utuh dan hanya dihisap darahnya saja.
"Saat dicek, pada tubuh hewan ditemukan sejumlah luka gigitan dan cabikan. Panik mengetahui kondisi itu, pemilik kemudian meminta bantuan warga lain untuk mengeluarkan ternak yang sudah dalam kondisi mati dengan sejumlah luka itu," paparnya.
Eka mengatakan, hingga saat ini, warga belum pernah melihat hewan apa selama ini yang menyerang hewan-hewan ternak.
"Tahun ini baru satu kejadian, tetapi tahun lalu ada satu atau dua serangan hewan liar yang menyerang hewan ternak. Rata-rata yang diserang itu kambing pernah juga sapi yang diserang tapi sangat sedikit sekali," ujarnya.
Senada dengan yang diungkapkan Eka, Kepala Desa Sidoharjo, Evi Nurcahyani menghimbau kepada masyarakat untuk memindahkan ternak yang dikandangkan di ladang ke sekitar pekarangan rumah.
"Sebenarnya sebelum ada kejadian ini sudah sering kami berikan himbauan agar dipindahkan, tapi memang masyarakat lebih memilih mengandangkan ternak di ladang yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman," papar Evi.
Selain memberikan himbauan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Bhabinkamtibmas setempat untuk dilakukan tindak lanjut lebih dalam pengamanan dan pemahaman pada masyarakat.
"Mudah-mudahan ini yang terakhir, kemudian kesadaran masyarakat juga meningkat lagi untuk mengandangkan ternak mereka ke sekitar pekarangan," tutup dia.
(TRIBUNJOGJA.COM/Wisang Seto Pangaribowo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/hewan-ternak-mati.jpg)