Berita Wonogiri Terbaru

Tertiup Angin, Sebuah Rumah di Wonogiri Ambruk hingga Rata dengan Tanah

Sebuah rumah di Dusun Padangan RT: 04 / RW 02, Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri roboh, Selasa (22/10/2020).

Tertiup Angin, Sebuah Rumah di Wonogiri Ambruk hingga Rata dengan Tanah
TribunSolo.com/Agil Tri
seorang warga saat melihat rumah roboh di Dusun Padangan RT: 04 / RW 02, Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri roboh, Selasa (22/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sebuah rumah di Dusun Padangan RT: 04 / RW 02, Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri roboh, Selasa (22/10/2020).

Rumah milik Tolu (70) itu roboh akibat terjangan angin kencang yang melanda desanya sekitar pukul 12.00 wib.

Menurut Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Hariyanto, kondisi bangunan saat kejadian memang sudah tidak layak.

Namun tetap digunakan hanya untuk kegiatan dapur dan usaha membatik saat waktu tertentu.

"Rumahnya sudah tidak dipakai hunian, tetapi untuk dapur, dan usaha membatik saat waktu senggang," katanya saat dihububgi TribunSolo.com, Rabu (23/10/2019).

Resep Masakan Murah, Enak dan Cepat, Tumis Kangkung Tongkol Pindang, Cocok Untuk Tanggal Tua

Jadwal Bioskop The Park Solo Hari ini, Rabu 23 Oktober 2019 : Solidnya Pemain Zombieland: Double Tap

Daftar 34 Nama Menteri Kabinet Jokowi-Maruf Amin: Tak Ada Susi Pudjiastuti

Wajah Baru Calon Menteri Jokowi, Pengamat Politik: Bawa Politik Gaya Milenial?

Dia menambahkan, pemilik rumah tinggal bersama anaknya dirumah yang tidak jauh dari lokasi rumah yang roboh itu.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut," imbuhnya.

Tim Sar dibantu warga langsung melakukan pembersihan dan penyelamatan barang milik korban yang bisa dipergunakan.

Sekaligus mengumpulkan bekas bangunan yang bisa dimanfaatkan.

"Kita juga melakukan koordinasi dengan camat setempat bersama Petugas medis puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan trauma healing bagi pemilik rumah," imbuhnya.

Akibat kejadian ini, kerugian material akibat ditafsir sekitar Rp 5 juta.

Untuk pemulihan kembali masih menunggu persetujuan dari pemilik dan keluarga karena bangunan tersebut bukan bangunan prioritas untuk hunian.

(*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved