Mahfud MD Jawab Said Didu yang Menyebutnya Ambil Alih Tugas Menteri Agama
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Mahfud MD, menanggapi cuitan sahabatnya, Said Didu.
Penulis: Noorchasanah Anastasia Wulandari | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Mahfud MD, menanggapi cuitan sahabatnya, Said Didu.
Said menyebut jika posisi menteri tertukar.
Mahfud disebut mengambil alih tugas Menteri Agama karena pernyataannya.
Cuitan Said Didu tersebut bermula dari tanggapannya tentang sebuah artikel soal pernyataan Mahfud MD yang memberi izin perkantoran untuk membangun tempat ibadah selain masjid.
• Pro dan Kontra Prabowo Ditunjuk Sebagai Menhan, Mahfud MD: Mari Kita Mendukung Beliau
"Mhn perkenan bertanya, sepertinya ada yg tertukar antara Menkopolhukam dg Menag.
Menag yg doyan bicara radikalisme dan Menkopolhukam selalu bicara mslh agama.
Pdhl Menag tdk dibawah Menkopohukam," tulis Said Didu.
Said pun kemudian teringat pernyatan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal alasan tidak dibangunnya gereja di perkantoran.
Kala itu, JK menjawab perkantoran libur setiap akhir pekan.
• Ikut Senang Mahfud MD Jadi Menkopolhukam, Wiranto: Beliau Ini Dikenal Pengetahuannya Luas
"Saya masih ingat jawaban Pak @Pak_JK saat ditanya kenapa tdk bangun gereja di Kantor.
Jawabannya karena Minggu libur.
Kalau mau ditukar aja, Jum'at yg libur dan minggu masuk kantor maka mungkin tdk perlu Mesjid ada di sktr Kantor.
Ingat tdk semua Kantor punya Mesjid," lanjut Said Didu.
• Soal Mahfud MD Datang Ke Istana & Akui Diminta Jadi Menteri, Pengamat: Ini Pilihan Jokowi Pribadi
Tak berhenti di situ, Said Didu kembali menanggapi sebuah artikel Wamenag Zainut Tauhid yang melaporkan lebih dari 32 akun media sosial ke Polda Metro Jaya.
"Ini tertukar lagi.
Wamenag ambil alih tugas Menkoinfo, Menag ambil tugas BNPT, Menkopolhukam ambil tugas Menag.
Au ah elap," tulis Said Didu lagi.
Mahfud pun kemudian menanggapi cuitan tersebut.
Mahfud bercerita jika ada rekannya yang meminta izin kepadanya untuk melaporkan beberapa akun yang menyebut dirinya melarang ucapan kafir.
• Tanggapan Jusuf Kalla soal Wacana Penghapusan Istilah Kafir
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini membantah hal tersebut.
"Ada jg teman minta izin akan laporkan beberapa akun yg bilang sy melarang bilang kafir di masjid. Itu bohong besar.
Sy setiap hr membaca surat Kahfi, Surat Waqiah, dan Kafirun.
Di situ ada kata kafir lbh 10 kali.
Yg sy soal itu "mengkafirkan" orng yg hny beda pendapat dan madzhab," tulis Mahfud.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mahfud-md-ke-istana.jpg)