Berita Sukoharjo Terbaru

DLH Sukoharjo Masih Gali Penyebab Matinya Ikan di Aliran Bengawan Solo di Semanggi

DLH Sukoharjo akan melakukan pengecekan air sungai untuk mengetahui penyebab matinya ikan di Sungai Bengawan Solo di kawasan Semanggi, Solo.

DLH Sukoharjo Masih Gali Penyebab Matinya Ikan di Aliran Bengawan Solo di Semanggi
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Warga tengah berada di pinggir sungai Bengawan Solo yang menyamai bibir bantaran di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis (7/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo akan melakukan pengecekan air sungai untuk mengetahui penyebab matinya ikan di Sungai Bengawan Solo di kawasan Semanggi, Solo.

Beberapa hari yang lalu, warga Semanggi dikejutkan dengan matinya ikan di Sungai Bengawan Solo.

Saat dikonfirmasi, Kepala DLH Sukoharjo, Agustinus Setiono mengatakan pihaknya masih akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

"Kita cek dulu karena di lokasi ikan yang mati itu sudah menjadi pertemuan air dari beberapa anak sungai Bengawan Solo," katanya Senin (4/11/2019).

Menurutnya, ada beberapa sumber air yang bertemu di aliran Bengawan Solo dikawasan tersebut, seperti dari Kali Samin dan Kali Jenes.

Kali Samin sendiri beberapa waktu lalubsempat dikeluhkan karena mengandung limbah ethanol.

Bengawan Solo Ikut Tercemar, Operasional Pengolahan Air Baku di Jurug dan Jebres Dihentikan

Sementara Kali Jenes yang mengalir dari Cemani dan Laweyan juga disinyalir mengandung limbah sablon dan tekstil industri rumahan.

"Kedua anak sungai itu ketemubnya di aliran Bengawan Solo di Semanggi itu."

"Kita akan cek dulu, kenapa ikan ini mati," jelasnya.

Sebelumnya, DLH Sukoharjo bersama DLH Provinsi telah melakukan pengecekan di Sungai Samin.

Yang sempat dikeluhkan karena dijadikan pembuangan limbah ethanol dari industri rumahan di Polokarto.

"Waktu kita sisi dari Desa Ngombakan, ada titik-titik yang kering, lalu sampai di kawasan Desa Pranan baru ada air lagi."

"Lalu dimuaranya ada orang mancing, jadi kemungkinan bukan faktor alkohol, karena ada faktor lainnya yaitu limbah dari priting," imbuhnya.

Namun Agus mengatakan, untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil pengecekan. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved