Larangan Mengajar Guru Honorer
Bila Tak Ada Solusi dari Pemerintah Pusat, Disdik Solo Akan Pertahankan Guru Non-ASN
Pemkot Solo menyebut akan mempertahankan guru Non-ASN. Ini bila Pemerintah Pusat tak ada solusi soal guru honorer dilarang mengajar.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Wacana larangan guru honorer mengajar di sekolah negeri membuat Disdik Kota Solo resah.
- Kepala Disdik Solo, Dwi Ariyatno, meminta pemerintah pusat menyiapkan solusi berupa guru pengganti ASN atau pengangkatan guru non-ASN menjadi ASN agar hak belajar siswa tidak terganggu.
- Pemkot Solo menegaskan tetap akan mempertahankan guru non-ASN mengajar apabila pemerintah pusat belum mampu menyediakan tenaga pengganti, demi menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wacana guru honorer dilarang mengajar di sekolah negeri membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo resah.
Sebab, bila kebijakan itu diterapkan, dikhawatirkan akan terjadi krisis guru di Solo.
Apalagi, banyak guru di Solo yang akan pensiun pada 2026 ini.
Kepala Disdik Kota Solo, Dwi Ariyatno mengatakan pihaknya meminta solusi dari pemerintah pusat.
Dwi menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak langsung terhadap hak belajar siswa apabila tidak dibarengi penyediaan guru pengganti.
Dia mengatakan, dengan adanya wacana ini pemerintah pusat seharusnya dapat menyediakan guru pengganti atau mengangkat guru non-ASN menjadi ASN.
Bila kebijakan ini tidak diikuti dengan solusi, Pemkot Solo akan tetap mempertahankan guru non-ASN.
“Kalau pemerintah pusat tidak mampu atau sanggup menyediakan guru pengganti, kami bertahan untuk tetap menugaskan guru non-ASN mengajar daripada siswa atau murid tidak mendapat hak belajarnya hanya karena alasan tidak tersedia guru ASN,” beber Dwi.
Ia menegaskan, kebutuhan guru di sekolah negeri saat ini masih cukup tinggi sehingga keberadaan guru non-ASN belum bisa sepenuhnya ditinggalkan.
Selain persoalan guru honorer, Disdik Solo juga menghadapi tantangan lain berupa banyaknya guru ASN yang pensiun sepanjang 2026.
Dwi menyebut, kekosongan guru sudah mulai terjadi sejak Januari 2026 dan diperkirakan terus bertambah hingga Desember mendatang.
“Itu belum termasuk kekosongan yang terjadi karena pensiun dari Januari kemaren sampai dengan besok Desember 2026,” kata dia.
Berdasarkan proyeksi Disdik Solo, jumlah kekosongan guru di jenjang SD dan SMP akibat pensiun mencapai lebih dari 250 orang.
“Saya hitung proyeksi kosong sampai dengan Desember 2026 sejumlah 250an,” pungkasnya.
Ada 154 Guru Non-ASN
| Wacana Larangan Guru Honorer Mengajar di Sekolah Negeri, Solo Minta Solusi Guru Pengganti |
|
|---|
| Disdik Solo Hadapi Krisis Guru, Lebih dari 250 ASN Pengajar Pensiun hingga Akhir 2026 |
|
|---|
| Disdik Solo Susun Skema Pengangkatan Guru Honorer Jadi ASN, Antisipasi Larangan Ajar Sekolah Negeri |
|
|---|
| Wacana Larangan Guru Honorer Mengajar Sekolah Negeri, Disdik Solo Terancam Kehilangan 154 Pengajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/suasana-kelas-3-sdn-1-kepoh-saat-kegiatan-belajar-mengajar-boyolali-rabu-1772019.jpg)