Akibat Akses Yang Terbatas, Ibu Hamil Di Sintang Harus Naik Perahu Hingga 5 Jam Untuk Ke Puskesmas 

Meski sudah merasakan sakit perut pada tanggal 28 Oktober lalu, hingga pagi ini 7 November 2019, bayi dalam kandungan Semit belum juga lahir

Akibat Akses Yang Terbatas, Ibu Hamil Di Sintang Harus Naik Perahu Hingga 5 Jam Untuk Ke Puskesmas 
TribunPontianak.com
Veronika Tuti memeriksa kandungan Semit. Ibu hamil itu tidak sengaja ditemukan Tuti saat istirahat di tepian Sungai Gilang di atas perahu. 

Setelah kondisi ibu Semit dan bayinya dipastikan baik baik saja.

Tuti dan rombongan pamit melanjutkan perjalanan menuju Desa Kolangan Juoi.

"Kondisi ibu dan bayi baik saja. Karena hamil pertama, proses penurunan kepala bayi mungkin dirasa agak sakit. Karena masih lama jadi mereka lanjut ke Puskemas dan menunggu di rumah tunggu kelahiran," ungkap Tuti.

 
Veronika Tuti bertemu dengan ibu hamil di pinggir sungai pada 28 Oktober 2019 lalu.

Semit dan rombongan selamat sampai tujuan akhir di kota Kecamatan Ambalau.

Yang pertama kali dituju, adalah Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

Meski sudah merasakan sakit perut pada tanggal 28 Oktober lalu, hingga pagi ini 7 November 2019, bayi dalam kandungan Semit belum juga lahir.

"Belum lahir. Masih menunggu di RTK," kata Tuti.

Jarak dari rumah Semit ke Rumah Tunggu Kelahiran di pusat kecamatan cukup jauh.

Desa Korong Daso letaknya berdekatan dengan Desa Kolangan Juoi, dan Desa Luting Mingan.

Halaman
1234
Editor: Eka Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved