Berita Solo Terbaru

Grebeg Maulud, Masyarakat Ngalap Berkah Gunungan Keraton Solo

Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ditandai dengan Hajad Dalem Garebeg Maulud Wawu 1953, Sabtu (9/11/2019).

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA
Warga asal Sukoharjo, Rayem, menunjukkan bambu yang didapatkannya seusai rebutan Gunungan Estri di halaman Masjid Agung Solo, Sabtu (9/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ditandai dengan Hajad Dalem Garebeg Maulud Wawu 1953, Sabtu (9/11/2019).

Sepasang Gunungan Jalu dan Gunungan Estri diperebutkan ratusan masyarakat dalam acara itu.

Seorang warga asal Sukoharjo, Rayem, mendapat bambu penyangga hiasan gunungan.

Menurutnya, bambu itu bisa digunakan untuk kandang ayam atau pun tusuk sate.

"Ini untuk menolak kesialan," tutur Rayem kepada TribunSolo.com, Sabtu (9/11/2019).

"(Sekaligus) buat berkah keselamatan untuk keluarga," tambahnya.

Grebeg Maulud Kraton Solo, Doa Belum Selesai, Warga Sudah Berebut Gunungan

Warga lainnya, Alex menuturkan, ia mendapat cuilan intip, sebuah makanan berbahan dasar nasi.

Cuilan itu didapatkannya seusai rebutan Gunungan Estri dengan warga lainnya.

Alex mengaku senang mendapatkan intip itu dan akan menyimpannya di rumah.

"Seneng karena orang Jawa kayak begini, orang bilang malah berkah, dapet gunungan minta apa-apa terkabul," aku Alex.

"Dapat intip, disimpan saja di rumah, dipasang di atas pintu," imbuhnya.

Ia berharap intip yang didapatkannya bisa menjadi berkah untuk keluarganya.

"(Semoga) berkah untuk anggota keluarga," ucap warga asal Klaten itu.

Alex menuturkan jari kelingkingnya terluka saat rebutan gunungan.

"Kena bambu tadi, ya jari kelingking ini," tutur Alex. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved