Gerindra Bersikeras Sodorkan 4 Orang Calon Wakil Gubernur DKI, Tunggu Persetujuan PKS

Gerindra, kata Taufik, memandang mandeknya proses pemilihan Cawagub dari kandidat PKS justru karena sosok yang diajukan perlu dievaluasi.

Gerindra Bersikeras Sodorkan 4 Orang Calon Wakil Gubernur DKI, Tunggu Persetujuan PKS
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik (kiri) dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo (kanan) saat melakukan konferensi pers di kantor DPD Gerindra DKI, Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018). Mereka sepakat Kursi wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno akan diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Fraksi Partai Gerindra tetap ajukan 4 kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta yang bisa dikaji oleh partai koalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Alasannya, dua kader PKS yang selama ini diajukan yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto masih mandek di tengah jalan.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, kursi Cawagub DKI saat ini bukan memikirkan bahwa itu jatah PKS atau bukan.

Gerindra, kata Taufik, memandang mandeknya proses pemilihan Cawagub dari kandidat PKS justru karena sosok yang diajukan perlu dievaluasi.

Joko Santoso Kembalikan Berkas Pendaftaran Bakal Cabup Sukoharjo di DPC Gerindra Sukoharjo

“Jadi, bukan soal milik, bahwa saya kira nggak apa-apa saya mengajukan empat nama ya tinggal dipilih saja,” ujar Taufik yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Taufik menjelaskan, empat nama yang diajukan yakni  Arnes Lukman, Ferry Juliantono, Ahmad Ariza Patria dan Saefullah.

Dari keempat nama itu, satu di antaranya bernama Saefullah merupakan Sekretaris Daerah DKI Jakarta.

Meski demikian, Taufik mengatakan, empat nama itu harus tetap mendapat persetujuan dari PKS.

Pastikan Tak Akan Jadi Cawagub DKI Lagi, Sandiaga Uno: Sudah Jatahnya PKS

Dia mengklaim, surat pengajuan empat nama itu sudah diserahkan kepada DPP PKS beberapa waktu lalu.

“Sekarang kan setahun enggak jalan, terus masa nggak dievaluasi? Sementara ini (keputusan cawagub) nggak jalan, kan repot,” katanya.

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved