Kontroversi Limbah PT RUM

Bikin Nafsu Makan Hilang, Managemen RSU Fitri Candra Wonogiri Keluhkan Bau Limbah PT RUM Sukoharjo

Bau busuk limbah PT RUM tidak hanya di keluhkan oleh masyarakat Sukoharjo saja, namun juga sebagian masyarakat Wonogiri.

TribunSolo.com/Agil Tri
Rumah Sakit Umum (RSU) Fitri Candra yang berada di Desa Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bau busuk limbah PT RUM tidak hanya di keluhkan oleh masyarakat Sukoharjo saja, namun juga sebagian masyarakat Wonogiri.

Bahkan, baunya juga dikeluhkan oleh manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Fitri Candra yang berada di Desa Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

Menurut Humas RSU Fitri Candra, Angga Kusuma, bau busuk limbah PT RUM tidak setiap hari dirasakan..

"Baunya kadang-kadang, mengikuti arah angin," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Senin (25/11/2019).

"Kalau biasanya, tercium paling sering pada sore hari," katanya menegaskan.

Dia menuturkan, bau tersebut tercium di bagian lantai satu rumah sakit dan tempat terbuka lainnya.

"Di lantai satu banyak ruangan terbuka, jadi biasanya tercium disana, dan ruang terbuka," tuturnya.

Warga Wonogiri Ini Telan Obat Sakit Kepala & Enggan Tinggal di Rumah Suami karena Bau Limbah PT RUM

Warga Terdampak Bau Limbah PT RUM Marahi Petugas DLH Jateng yang Periksa Area Belakang Pabrik

"Kalau lantai dua tidak pernah, kita gunakan AC di sini," jelasnya.

Bau tersebut membuat karyawan RSU Fitri Candra resah, karena mengganggu selera makan mereka.

"Efeknya yang dikeluhkan, cuma nafsu makan hilang," terang dia.

PT RUM Minta Maaf pada Warga Sukoharjo dan Wonogiri soal Bau Limbah Pabriknya

Bocornya Gas H²S dari Wet Scrubber Diduga Jadi Biang Kerok Limbah PT RUM yang Mengusik Warga

"Meski tidak sampai ada yang pusing, mual, atau muntah-muntah," tpaparnya.

Dia bersyukur, karena kejadian tersebut, tidak sampai membuat pasien ataupun keluarga pasien mengeluh kepada pihak rumah sakit.

"Dari pasien belum ada laporan ke kami untuk keluhan perihal tersebut," ucapnya.

Dia menambahkan, dari pihak RS sendiri setiap 6 bulan melakukan uji kesehatan udara di rumah sakit dan hasilnya selalu baik.

Meski demikian, bau tersebut masih dianggap mengganggu, sehingga dia berharap bau limbah tersebut tidak tercium lagi.

"Harapan kami, baunya hilang, untuk kenyamanan bersama," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved