Video Skandal Camat Wonogiri

Bupati Wonogiri Menilai Camat yang Terlibat Skandal Perselingkuhan Lakukan Pelanggaran Berat Sekali

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menilai tindakan yang dilakukan mantan Camat Karangtengah, berinisial S (50) merupakan kategori pelanggaran berat.

ISTIMEWA
Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Dandim 0728/wng Letkol Inf M Heri Amrrulloh, Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwiyati, seusai acara pelantikan, Wonogiri, Kamis (27/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menilai tindakan yang dilakukan mantan Camat Karangtengah, berinisial S (50) merupakan kategori pelanggaran berat.

S dinilai telah mencederai nilai integritas ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogri.

"Yang bersangkutan kategori pelanggarannya berat, tapi pakai sekali," katanya saat ditemui seusai menghadiri acara di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (29/11/2019).

Saat ini S telah dihentikan dari jabatan camatnya dan digantikan oleh Plt Camat sementara, sembari menunggu camat baru dilantik.

Pemkab Wonogiri akan Evaluasi ASN seusai Tersebarnya Video Skandal Camat Karangtengah di WhatsApp

Untuk sanksi yang lebih berat, pria yang akrab disapa Jekek itu menuturkan masih menunggu proses hukum yang dijalani S.

"Ini proses hukum, ada tahapan yang harus dilewati, kita tunggu saja."

"Jika proses hukum sudah selesai, nanti kami akan mengambil satu langkah yang sesuai dengan proporsi yang kami miliki," jelasnya.

Dari informasi yang didapatkan Jekek, S saat ini telah naik statusnya menjadi tersangka di Polda Jateng.

Video Panas Camat Karangtengah dengan Selingkuhannya Tersebar, Bupati Wonogiri Minta Maaf

"Jika pemberhentian dengan tidak hormat, itu konsekuensi dari apa pun yang dilakukannya."

"Ini jadi sesuatu evaluasi besar, jika segala tingkah laku dan sikap ada konsekuensinya," terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved