Breaking News:

Pencurian Toko BH di Solo

Pelaku Diduga Paham Barang Lagi Ngetren, Ambil yang Bisa Dijual Ratusan Ribu Per Item, Ini Jenisnya

Pelaku pembobolan toko 'daleman' wanita Cattleya yang berada di Jalan Yos Sudarso Kelurahan/Kecamatan Serengan diduga paham dengan barang yang dicuri.

TribunSolo.com/Ryantono Puji
Toko 'daleman' wanita Cattleya yang berada di Jalan Yos Sudarso Kelurahan/Kecamatan Serengan, Solo, Jumat (29/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pelaku pembobolan toko 'daleman' wanita Cattleya yang berada di Jalan Yos Sudarso Kelurahan/Kecamatan Serengan diduga paham barang dengan harga barang yang dicurinya.

Sebab, yang diambil sebagian besar adalah barang yang baru diminati masyarakat saat ini seperti pakaian renang dan senam seharga Rp 300-500 ribu per item.

"Pakaiannya itu memang baru diminati karena lagi nge-tren," papar kasir, Yustina (45) kepada TribunSolo.com, Jumat (29/11/2019).

Dengan pembobolan itu, mengakibatkan tiga karung berisi 'daleman' wanita dan uang di brankas kasir ludes.

Adapun total kerugian dari kejadian tersebut yakni sebesar Rp 250 juta.

"Itu barang kami impor untuk dijual kembali, sekarang malah dicuri," kata Yustina.

Menurut dia, pakaian renang dan senam tersebut saat ini memang banyak diminati dan dipesan secara online.

BREAKING NEWS : Toko Daleman Wanita Dibobol, Maling Bawa Tiga Karung Barang, Rugi Rp 250 Juta

Maling Pembobol Toko Daleman di Serengan Solo Dikejar, Ini yang Dilakukan oleh Polisi

Sementara itu polisi menerima laporan pembobolan di toko 'daleman' Cattleya di Jalan Yos Sudarso Kelurahan/Kecamatan Serengan dibobol maling, Kamis (28/11/2019).

Kasi Humas Polsek Serengan AIPTU Suharyanto mewakili Kapolsek Serengan Kompol Giyono mengatakan, benar ada kejadian pembobolan toko yang menjajakan 'daleman' wanita pada Kamis (28/11/2019).

"Iya benar ada kasus pembobolan yang kita tangani saat ini," papar AIPTU Suharyanto, Jumat (29/11/2019).

Setelah ada laporan masuk pada Kamis (28/11/2019) tersebut, polisi langsung dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk detail bila sudah tertangkap pelakunya," kata AIPTU Suharyanto.

Petugas terus melakukan penyelidikan dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam melakukan penanganan kasus ini.

"Pelaporan pada kami sudah dilakukan tentu kami pelajari kasus ini," papar AIPTU Suharyanto. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved