Bengawan Solo Tercemar Limbah

Bengawan Solo Tercemar Limbah Pabrik, Ini Daftar Wilayah Sungai yang Tercemar

Tercemarnya sungai terpanjang di Jawa Tengah itu memberikan sejumlah dampak kepada daerah yang dilaluinya.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Warga tengah berada di pinggir sungai Bengawan Solo yang menyamai bibir bantaran di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis (7/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aliran sungai Bengawan Solo tercemar limbah pabrik.

Tercemarnya sungai terpanjang di Jawa Tengah itu memberikan sejumlah dampak kepada daerah yang dilaluinya.

Di antaranya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah harus menghentikan pelayanan air untuk 12.000 pelanggan mereka.

Selain itu, Kota Solo juga terdampak pencemaran Sungai Bengawan Solo, khususnya di daerah Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Kondisi itu menyebabkan PDAM Kota Solo juga harus menghentikan pelayanan air kepada para pelanggan selama beberapa hari yang lalu.

Aliran Bengawan Solo Berwarna Hitam Pekat, Gubernur Ganjar Pranowo sudah Temukan Akar Masalahnya

Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program BBWS Bengawan Solo, Dwi Agus Kuncoro tidak menampik pencemaran air di sungai Bengawan Solo.

Dwi mengatakan, wilayah sungai yang berada di perbatasan antara Kabupaten Sukoharjo dan Kota Solo menjadi salah satu wilayah tercemar.

"Jadi yang tercemar itu di daerah perbatasan antara Sukoharjo dan Solo, (tepatnya) di titik Semanggi yang ada pengelolaan PDAM itu tercemar," kata Dwi kepada TribunSolo.com, Sabtu (30/11/2019).

Dwi menjelaskan, pencemaran wilayah itu disebabkan limbah pabrik ciu yang berasal dari daerah Bekonang, Sukoharjo.

"Itu tercemar, pencemaran karena limbah ciu, minuman ciu dari Bekonang, Sukoharjo," jelas Dwi.

"(Di sana) ada anak sungai yang mengarah ke Bengawan Solo," imbuhnya membeberkan.

Limbah Industri Batik Cemari Anak Sungai Bengawan Solo, Air Kali Jenes Sampai Berwarna Merah Pekat

Limbah ciu yang dibuang akan menyatu dengan air sungai Bengawan Solo dan itu akan sulit dipisahkan.

"Tercemar itu karena teman-teman PDAM kesulitan memisahkan airnya (dengan) limbah ciu," terang Dwi.

"Jadinya larutan ciu menyatu dengan airnya, dipisahkan jadi sulit, berbeda kalau sedimen, itu bisa dipisahkan," tambahnya.

Dwi mengungkapkan pencemaran tidak hanya terjadi di anak sungai Bengawan Solo yang berada di daerah Semanggi.

"Ada, (tapi) yang jadi perhatian di situ karena PDAM berhenti pasokan airnya," ungkap Dwi.

"Tempat lain ada tapi tidak sesignifikan ini," imbuhnya.

Bupati Jekek Datangi PT RUM di Sukoharjo, Minta Kejelasan soal Bau Busuk Limbah, Apa yang Didapat?

Berdasar Laporan Monitoring dan Evaluasi Kualitas Air di Wilayah Sungai Bengawan Solo milik BBWS Bengawan Solo, terdapat 12 wilayah sungai yang masuk dalam kategori tercemar ringan hingga berat.

Air sungai Bengawan Solo di daerah Bulakan, Sukoharjo dan sungai Dengkeng Klaten masuk dalam kategori tercemar ringan.

Air sungai Samin, sungai Bengawan Solo di daerah Nguter Sukoharjo, sungai Mungkung Sragen, serta sungai Bengawan Solo di daerah Kebakkramat Karanganyar, Jebres Solo, Grogol Sukoharjo, dan Sragen dalam kategori tercemar sedang.

Selain itu, sungai Premulung Solo, sungai Pepe Solo, dan sungai Wingko Grogol Sukoharjo tergolong tercemar berat.

Dwi menyampaikan, pengurangan konsentrasi limbah yang berada di aliran sungai Bengawan Solo dipengaruhi intensitas hujan.

"Karena hujannya belum banyak kan perlu air hujan untuk menetralkan, banyak air hujan konsentrasi limbah mengecil," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved