Teror Tawon Endas di Klaten

Teror Tawon Vespa Hantui Klaten, Sengatan Tawon Bisa Akibatkan Gagal Ginjal

Beberapa bulan terakhir ini, Damkar Klaten kerap menerima laporan dari warga terkait serangan tawon ndas atau tawon Vespa affinis.

Tayang:
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Aji Bramastra
Judy Gallagher via Wikimedia Commons
Tawon Vespa affinis 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Beberapa bulan terakhir ini, Damkar Klaten kerap menerima laporan dari warga terkait serangan tawon ndas atau tawon Vespa affinis.

Tak tanggung tanggung, hingga kini bahkan sampai 5 laporan per hari datang meminta bantuan kepada Damkar Klaten.

Kondisi 4 Bocah yang Tersengat Tawon di Sukoharjo: Ada yang Alami Kejang, Ada yang Sudah Bersekolah

Cara Aman Membasmi Sarang Tawon Vespa, Lakukan Saat Malam Hari, Ini Alasannya

Hal tersebut diungkapkan Petugas Damkar Klaten, Farizal Efendi kepada Tribunsolo.com.

"Laporan yang kami terima bisa 3-5 kali dalam sehari untuk sengatan tawon," katanya, Rabu (11/12/2019) siang.

"Biasanya laporan bermacam-macam, ada yang sudah tergigit baru lapor ada yang sudah muncul sarang lapor ke kami," katanya.

Dari beberapa data yang berhasil dihimpun, dalam rentang 4 tahun dari 2016 hingga akhir 2019, kasus penyerangan hewan tawon berjenis vespa affinis atau tawon ndas mencapai 667 kasus.

Tahun ini yakni 2019 ada total 242 kasus sengatan tawon dengan korban meninggal sebanyak 2 orang pada bulan november 2019.

"Jadi bagi warga yang melihat tawon ndas jangan gegabah," katanya.

"Jika melihat bisa dibakar jika sarang berada di pohon, atau memanggil damkar," ujarnya.

Kecenderungan banyaknya sarang tawon di daerah pemukiman bisa disebabkan hilangnya habitat alami tawon.

Selain itu juga perubahan iklim global dan faktor sumber makanan.

"Apalagi untuk tahun ini ratusan orang kasusnya yang disengat, diharapkan untuk penanganan bisa menggunakan pakaian yang tebal," katanya.

Hal tersebut karena bahaya dari sengatan tawon Vespa.

Sengatan satu atau dua ekor tawon mungkin hanya akan menimbulkan reaksi alergi lokal dengan gejala bengkak, rasa sakit hingga gatal.

Namun jika tawon yang menyengat berjumlah banyak, maka bisa menyebabkan anafilaksis (reaksi alergi berat), cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury), Rhabdomyolysis, gagal ginjal serta kegagalan multi organ lainnya.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved