Polemik Kapal China Masuk Laut Natuna, Prabowo Subianto: Kita Cool Saja, Santai
Dalam keteranganya Prabowo Subianto menegaskan, akan akan menyelesaikan situasi panas ini dengan baik.
TRIBUNSOLO.COM - Ramai isu soal masuknya kapal laut asing di perairan Laut Natuna Utara akhirnya Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto angkat bicara.
Dalam keteranganya Prabowo Subianto menegaskan, akan akan menyelesaikan situasi panas ini dengan baik.
"Kami tentunya akan begini, kami masing-masing punya sikap. Kami nanti harus mencari solusi yang baik," kata Prabowo yang Tribunnews kutip melalui tayangan YouTube Kompas TV, Jumat (3/1/2020).
"Bagaimanapun China adalah negara sahabat," katanya.
• Begini Kritikan Keras PKS untuk Prabowo soal Klaim China atas Natuna
Saat ditanya oleh rekan media soal penambahan personel, Prabowo berseloroh untuk santai.
"Kita cool saja, santai," tuturnya.
Ada Pelanggaran ZEEI di Natuna
Sementara itu, terkait adanya pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif di Perairan Natuna, Menkopolhukam Mahfud MD angkat bicara.
Ia menuturkan, pemerintah akan membuat regulasi terpadu terkait pengawasan keamanan di sektor kelautan untuk mencegah tumpang tindih regulasi.
"Presiden menginstruksikan agar penanganan laut itu terpusat," kata Mahfud MD yang Tribunnews kutip melalui kanal YouTube metrotvnews, Selasa (31/12/2019).
Ia menerangkan, di sektor pengawasan kelautan Indonesia, terdapat tujuh lapis regulasi.
Menurutnya, banyaknya regulasi yang harus ditembus itu menjadi penghambat.
"Itu sama sekali tidak efisien, menghambat administrasi pemerintahan, menghambat laju perdagangan juga. Lalu lintas barang dan manusia agak terhambat," katanya.

Mahfud kembali menegaskan, alasan tersebutlah yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memangkas regulasi yang ada.
"Prinsip Menkopolhukam dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sudah bicara, sudah ketemu," katanya.
• Tak Akui Klaim China soal Natuna, Indonesia Tingkatkan Penjagaan di Perairan Natuna