Breaking News:

Siswi Dikeluarkan karena Ucapan Ultah

Pengeluaran Siswi yang Ucapkan Ultah ke Teman Laki-Laki Dinilai Berlebihan, Ini Respons Disdik Solo 

Disdik Kota Solo merespons pendapat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) soal keputusan SMP IT Nur Hidayah Solo mengeluarkan seorang siswinya.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TribunSolo.com/Imam Saputro
Kepala Dinas Pendidikan, Etty Retnowati, seusai serah terima 12 Kepala SMP di Solo, Rabu (11/1/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo merespons pendapat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) soal keputusan SMP IT Nur Hidayah Solo mengeluarkan seorang siswinya. 

Menurut KPAI, keputusan itu dinilai berlebihan dan berpotensi menimbulkan stigma negatif kepada siswi tersebut.

Kepala Disdik Solo, Etty Retnowati, menyampaikan keputusan itu dapat dinilai berlebihan atau tidak bisa dilihat dari komitmen antara orangtua dan pihak sekolah. 

Kisahnya Dikeluarkan dari Sekolah Gara-gara Chatting Viral, Kondisi Siswi di Solo Ini Memprihatinkan

"Berlebihan atau tidak, tergantung komitmen antara orang tua dan sekolah," ujar Etty kepada TribunSolo.com, Minggu (12/1/2020).

"Apa yang telah disepakati, itu yang dijadikan dasar," imbuhnya menekankan.

Etty menilai aturan yang diterapkan SMP IT Nur Hidayah Solo dengan sekolah lain tentu berbeda.  

"Yang dipilih adalah sekolah swasta, kalau sekolah negeri tentu berbeda," tutur dia. 

KPAI Sebut Sekolah Berlebihan Keluarkan Siswi karena Ucapan Ultah, Disdik Solo : Sekolah Swasta Beda

Perbedaan aturan tiap sekolah seharusnya sudah disadari oleh orangtua siswa sebelum memasukkan anaknya ke sekolah pilihan. 

"Memilih sekolah adalah hak orangtua dan anak, setiap sekolah punya tata tertib karena prinsipnya manajemen berbasis sekolah," ucap Etty. 

"Tentu orangtua sudah tahu tentang tata tertib dan aturan sekolah," tambahnya.

Siswi SMP di Solo yang Dikeluarkan karena Chatting Lawan Jenis Kini sudah Pindah ke Sekolah Baru

Etty menekankan, pemerintah tetap akan membantu memastikan setiap anak bisa mengenyam bangku sekolah.

"Tugas pemerintah dalam hal ini memastikan anak usia sekolah bisa bersekolah," tekannya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved