Breaking News:

Siswi Dikeluarkan karena Ucapan Ultah

6 Fakta Siswi SMP di Solo Dikeluarkan karena Ucapkan Ultah, Ungkapan Alumni hingga Kondisi Siswi

Pihak sekolah membenarkan telah menyerahkan kembali salah seorang siswi kepada orang tuanya.

TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Pelantikan pengurus OSIS SMP IT Nur Hidayah periode 2016 /2017. 

Ia secara gamblang menceritakan secuil kisah dirinya saat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta.

Vega bahkan hampir dikeluarkan akibat akumulasi ketidakdisiplinan yang dilakukannya.

"Waktu saya dulu itu berat, tapi memang sekolahnya semi pondok pesantren, keras aturan nya," ujar dia kepada TribunSolo.com, Minggu (12/1/2020).

"Kalau dulu sih saya belum dikeluarkan, cuma mendapat peringatan saja, padahal saya punya prestasi non-akademik," imbuhnya membeberkan.

Saat masih bersekolah di sana, Vega aktif bermain musik dengan band bentukannya.

Bahkan, band tersebut dikontrak salah satu stasiun TV lokal selama satu tahun.

"Cuman yang mengecewakan itu, dari pihak sekolah, mengizinkan tiap saya manggung, tapi tidak ada piagam/sertifikat penghargaan," tutur Vega.

"Malah dapat ucapan, kalau tidak berubah, lebih baik keluar dari sekolah itu dari pada lanjut ke kelas tiga," imbuhnya.

Vega mengaku pernah malu saat ditanya pembawa acara terkait asal usul sekolahnya saat manggung.

"Jadi kalo waktu konser, pasti ditanya pembawa acara soal nama siapa, dari mana," aku dia.

"Biasanya saya cuman jawab, 'Vega dari SMP swasta', jadi agak tidak mau menyebut nama sekolah, seperti malu, sekolahnya saja tidak menghargai, padahal saya dulu angkatan V dadi sekolah itu," imbuhnya.

KPAI Sebut Sekolah Berlebihan Keluarkan Siswi karena Ucapan Ultah, Disdik Solo : Sekolah Swasta Beda

5. Dinas Pendidikan Solo Sebut Peraturan Sekolah Swasta dan Negeri Berbeda

Kepala Disdik Solo, Etty Retnowati, menyampaikan keputusan itu dapat dinilai berlebihan atau tidak bisa dilihat dari komitmen antara orangtua dan pihak sekolah. 

"Berlebihan atau tidak, tergantung komitmen antara orang tua dan sekolah," ujar Etty kepada TribunSolo.com, Minggu (12/1/2020).

"Apa yang telah disepakati, itu yang dijadikan dasar," imbuhnya menekankan.

Etty menilai aturan yang diterapkan SMP IT Nur Hidayah Solo dengan sekolah lain tentu berbeda.  

"Yang dipilih adalah sekolah swasta, kalau sekolah negeri tentu berbeda," tutur dia. 

Perbedaan aturan tiap sekolah seharusnya sudah disadari oleh orangtua siswa sebelum memasukkan anaknya ke sekolah pilihan. 

"Memilih sekolah adalah hak orangtua dan anak, setiap sekolah punya tata tertib karena prinsipnya manajemen berbasis sekolah," ucap Etty. 

6. Sang Siswi Sudah Pindah ke Sekolah Baru

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Etty Retnowati menyampaikan siswi SMP IT Nur Hidayah Solo yang dikeluarkan pihak sekolah karena melakukan chatting dengan siswa lawan jenis kini telah pindah ke sekolah yang baru.

Orangtua siswi juga sudah menerima keputusan sekolah untuk mengeluarkan anaknya.

"Masalah itu sudah selesai, kami juga sudah konfirmasi, orangtuanya juga sudah tidak mempermasalahkan," ujar Etty kepada TribunSolo.com, Minggu (12/1/2020).

"Sekarang siswi tersebut sudah melanjutkan pendidikan di sekolah yang baru," imbuhnya membeberkan.

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved