Breaking News:

Siswi Dikeluarkan karena Ucapan Ultah

Kronologi Siswi SMP di Solo yang Dikeluarkan karena Ucapan Ultah, Memprihatinkan Setelah Viral

Pihak sekolah membenarkan telah menyerahkan kembali salah seorang siswi kepada orang tuanya. Berikut kronologi siswi yang dikeluarkan tersebut.

TribunSolo.com/Istimewa
SMP IT Nur Hidayah Solo di Jalan Kahuripan Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari yang akan didatangi Dinas Pendidikan Solo hari ini. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah kabar yang menyebut salah satu SMP di Solo mengeluarkan siswinya karena mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman sekolah laki-lakinya viral di media sosial.

TribunSolo.com melakukan penelusuran terkait kabar yang beredar tersebut dan sekolah yang dimaksud ialah SMP IT Nur Hidayah Solo. .

6 Fakta Siswi SMP di Solo Dikeluarkan karena Ucapkan Ultah, Ungkapan Alumni hingga Kondisi Siswi

Pihak sekolah membenarkan telah menyerahkan kembali salah seorang siswi kepada orang tuanya.

Berikut kronologi siswi yang dikeluarkan tersebut.

Bermula dari telah terakumulasinya ketidakdisiplinan siswi salah satunya mengucapkan ulang tahun pada teman laki-laki.

 Kepala SMP IT Nur Hidayah Solo, Zuhdi Yusroni mengungkap ketidakdisiplinan siswi tersebut bukan hanya soal pengucapan selamat ulang tahun kepada teman sekolah laki-lakinya.

"Bukan hanya itu, ada tindak ketidakdisiplinan lain yang muncul sejak kelas VII, jadi bukan soal itu saja sebenarnya," tutur Zuhdi.

 

"Bahkan, sebenarnya sejak kelas VII sudah kami bina siswi tersebut sampai kelas VIII," imbuhnya.

Poin tindak ketidakdisiplinan yang dilakukan telah terakumulai dan sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan.

Hal itulah yang membuat siswi harus diserahkan kembali kepada orang tuanya.

"Akumulasi pelanggaran bisa dibuktikan lewat riwayat panjang bukti sidang, dan proses pembinaan yang telah dilakukan," ujar Zuhdi.

"Itu membuat kami harus menyikapinya karena itu soal kedisiplian bisa berakibat ke siswa lain bila tidak ada penegakkan kedisiplinan," imbuhnya.

Minta Kejelasan, Pejabat Disdik Datangi SMP IT Nur Hidayah Solo yang Keluarkan Siswi karena Chatting

Kisahnya Viral di Media Sosial hingga kondisi siswi yang memprihatinkan setelah viral.

Kondisi siswi SMP IT Nur Hidayah Solo yang dikeluarkan sekolah diduga gara-gara mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman laki-lakinya di sekolah memprihatinkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMP IT Nur Hidayah Solo, Zuhdi Yusroni.

"Siswi tersebut tertekan setelah kisahnya viral," ujar Zuhdi kepada TribunSolo.com, Sabtu (11/1/2020).

"Kemarin kami sudah mencoba menutup hal tersebut untuk menjaga nama baiknya," imbuhnya membeberkan.

Zuhdi menyampaikan, orangtua siswi awalnya tidak tahu kisah anaknya viral.

Setelah tahu, mereka merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.

"Awalnya, mereka tidak tahu kalau viral, setelah viral jadi kasihan dengan siswi itu," tutur dia.

"Bapaknya juga merasa malah tidak nyaman dengan berita yang ada," tambahnya.

Zuhdi menekankan orangtua siswi sudah menerima keputusan sekolah yang diberikan kepada anaknya.

Siswi Telah Pindah di Sekolah Baru

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Etty Retnowati menyampaikan orangtua siswi juga sudah menerima keputusan sekolah untuk mengeluarkan anaknya.

"Masalah itu sudah selesai, kami juga sudah konfirmasi, orangtuanya juga sudah tidak mempermasalahkan," ujar Etty kepada TribunSolo.com, Minggu (12/1/2020).

"Sekarang siswi tersebut sudah melanjutkan pendidikan di sekolah yang baru," imbuhnya membeberkan.

Etty mengemukakan, Disdik Solo tidak mendapatkan laporan resmi dari pihak keluarga siswi soal keputusan sekolah itu.

"Tidak ada laporan resmi dari orangtua siswi, dan anak sudah dipindahkan ke sekolah yang baru oleh orangtuanya," tutur dia.

"Yang terpenting anaknya sudah bisa sekolah," tambahnya.

Siswi SMP di Solo yang Dikeluarkan karena Chatting Lawan Jenis Kini sudah Pindah ke Sekolah Baru

Alumni Ikut Buka Suara

Mencuatnya persoalan ini menggugah seorang alumni sekolah tersebut, Vega Rasiditya Andryant Putra, buka suara.

Ia secara gamblang menceritakan secuil kisah dirinya saat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta.

Vega bahkan hampir dikeluarkan akibat akumulai ketidakdisiplinan yang dilakukannya.

"Waktu saya dulu itu berat, tapi memang sekolahnya semi pondok pesantren, keras aturan nya," ujar dia kepada TribunSolo.com, Minggu (12/1/2020).

"Kalau dulu sih saya belum dikeluarkan, cuma mendapat peringatan saja, padahal saya punya prestasi non-akademik," imbuhnya membeberkan.

Saat masih bersekolah di sana, Vega aktif bermain musik dengan band bentukannya.

Bahkan, band tersebut dikontrak salah satu stasiun TV lokal selama satu tahun.

"Di situ memang saya dulu pernah di kontrak salah satu stasiun TV lokal selama satu tahun untuk ikut siaran," terang Vega.

"Jadi namanya kontrak harus ikut jadwal siaran mau pukul 10 pagi, pukul 12 siang, pukul 2 siang, pukul 3 sore, apa pukul 7 malam pun juga harus dijalankan," tambahnya.

Jika jadwal itu tak dijalankan, Vega bersama bandnya akan mendapat hukuman.

Itu juga yang membuatnya sering izin tidak masuk sekolah.

"Cuman yang mengecewakan itu, dari pihak sekolah, mengizinkan tiap saya manggung, tapi tidak ada piagam/sertifikat penghargaan," tutur Vega.

"Malah dapat ucapan, kalau tidak berubah, lebih baik keluar dari sekolah itu dari pada lanjut ke kelas tiga," imbuhnya.

Ucapan itu diterimanya saat proses penerimaan rapor dan ada kurang lebih tujuh anak yang dipanggil menghadap perwakilan sekolah.

Mereka dipanggil dengan bermacam permasalahan, diantaranya chatting dengan lawan jenis.

"Ada yang berhubungan sama lawan jenis lewat chat, ada yang kurang pinter akademiknya, terus saya yang tidak pernah masuk/ijin terus di sekolah," kata Vega.

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved