Berita Solo Terbaru
Ada Patung Gajah 'Rasa Zebra' di Obyek Wisata Jurug, Ini Komentar Pengunjung
Pengunjung Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo merasa aneh dengan keberadaan patung gajah bercorak hitam putih layaknya zebra.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengunjung Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo merasa aneh dengan keberadaan patung gajah bercorak hitam putih layaknya zebra.
Hal itu yang dirasa seorang pengunjung asal Semarang, Thomas Sehwinarno.
"Aneh, wagu, itu kan gajah kok dikasih corak zebra, itu tidak masuk akal," ujar Thomas kepada TribunSolo.com, Senin (20/1/2020).
Thomas menilai patung gajah 'rasa zebra' kurang mendidik pengunjung TSTJ, khususnya anak-anak.
• Viral, Patung Gajah Rasa Zebra di Obyek Wisata Jurug, Ini Penjelasan Pengelola
"Mendidik anak-anak kalau gajah itu seperti apa, tapi ini gajah apa zebra, anak-anak tidak tahu," tutur dia.
"Sekarang secara pendidikan kalau gajah itu seperti ini, tapi ini gajah kok kayak zebra," imbuhnya membeberkan.
Hal senada disampaikan pengunjung lain, Lusi Sutarni.
"Iya, itu aneh bin nyata dan kurang mengedukasi," kata Lusi.
Lusi menyarankan pihak TSTJ Solo lebih baik mengelola kebersihan kebun binatang terlebih dulu sebelum berkreasi dengan patung gajah.
Meski, keberadaan patung bisa mengisi ruang kosong di kebun binatang.
• Disorot DPRD, Pemkot Solo Langsung Bongkar Guiding Block di Kawasan TMP Kusuma Bhakti Jurug
"Itu mungkin bisa mengisi kekosongan tapi di sini terlalu kotor, kebersihan kurang," ucap Lusi.
"Bukan tambahan seperti itu, tapi kebersihan dulu," pungkasnya.
Tanggapan Pengelola Jurug
Direktur Utama TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menyampaikan ide pembuatan patung tersebut murni berasal darinya.
Ide itu muncul seusai dirinya melihat-lihat bentuk dan warna patung gajah di sejumlah situs.
"Ide dari saya, lihat di website bentuk dan warna patung gajah macam-macam, jadi ini viral yang positif, tidak perlu dibawa ke hal-hal yang negatif," ujar Bimo kepada TribunSolo.com, Senin (20/1/2020).
Bimo menjelaskan patung 'rasa zebra' sebagai bentuk kreativitas semata.
• Instalasi Pengolahan Air Semanggi dan Jurug Solo Sudah Beroperasi Normal, Jebres Kurang Maksimal
Pengunjung kebun binantang bisa memanfaatkan itu untuk berswafoto.
"Ini bentuk kreativitas, nanti kita lihat pro dan kontranya, kita tidak antikoreksi,"
"Sebelahnya museum gajah di situ sudah ada gajah benerannya, patung bisa untuk berswafoto, jadi lebih asyik," imbuhnya membeberkan.
Bila ada pengunjung yang protes, pihak kebun binatang akan berusaha memberi pengertian.
"Bila ada persepsi masyarakat, nanti bisa membuat salah persepsi gajah kok bentuknya zebra, kita tinggal beri pengertian bahwa itu semacam bentuk kreativitas," tutur Bimo.
Pihak TSTJ Solo tetap akan menerima masukan terkait keberadaan patung gajah 'rasa zebra'.
Adapun, mereka berencana menyiapkan spot swafoto berkonsep gajah.
"Kami menerima masukan untuk itu dan kita sedang menyiapkan spot selfie berhubungan dengan gajah, itu sedang kita konsep," ungkap Bimo.
"Tunggu kejutan selanjutnya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/patung-gajah-rasa-zebra-yang-berada-di-taman-satwa-taru-jurug-solo-minggu-1912020.jpg)