Viral Tower di Tengah Pemukiman

Viral ada Tower di Tengah Jalan Kampung di Solo, Ternyata Begini Sejarahnya

"Itu dulunya hanya sebuah tower dan sekitarannya adalah persawahan yang banyak ikannya," terang Dwi kepada TribunSolo.com, Sabtu (25/1/2020).

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Adi Surya
Seorang warga hendak bergegas memacu kendaraanya melintasi jalan di bawah tower PLN di Gang Duku IIB RT 03 RW 04 Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Solo, Sabtu (25/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejarah tower listrik yang berada di tengah perumahan Gang Duku II B RT 03 RW 04 kawasan Jajar, Kecamatan Laweyan, Solo ternyata panjang. 

Tower tersebut sudah dibangun sekitar tahun 1970-an sebelum ada pemukiman warga. 

Ketua RT 03 Gang Duku, Dwi Hari K mengatakan, tower tersebut telah lebih dulu berdiri sebelum perumahan di sekitarannya dibangun. .

"Itu dulunya hanya sebuah tower dan sekitarannya adalah persawahan yang banyak ikannya," terang Dwi kepada TribunSolo.com, Sabtu (25/1/2020).

Dwi menambahkan, tower tersebut dibangun sebagai penunjang Gardu Induk PLN wilayah Jajar yang mulai dibangun sekitar tahun 1970-an.

Pembangunan sudah dilengkapi sertifikat dan dikenai Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Pembangunan memanfaatkan kereta api guna mengangkut material-material berat, diantaranya trafo.

Viral Tower Listrik di Tengah Jalan Perumahan Jajar Solo, Ini Penjelasan Warga 

Warga Pandean II Taji Prambanan Klaten Menyegel Tower BTS Telkomsel Kalasan 5, Ini Penyebabnya

Dwi mengatakan, trafo yang dipasang di Gardu Induk PLN Jajar diangkut dari Surabaya.

"Itu karena dulu tidak ada mobil atau angkutan yang bisa membawa trafo seberat itu makanya surabaya ke sini diantar pakai kereta api," kata Dwi.

"Turun ke Purwosari masuk ke jalur lambat Slamet Riyadi setelah melewati daerah depan Hotel Alila dibelokan ke arah utara untuk tiba di Gardu Induk," imbuhnya membeberkan.

Perumahan di sekitaran tower baru dibangun sekitar tahun 1990-an dan akses jalan masih tanah. 

"Disini duli merupakan lahan kosong, persawahan dan akhirnya yang punya tanah mulai mengkavling dengan ukuran sama yakni 117 meter persegi," jelas Dwi. 

"Setelah dikavling lalu dijual oleh pemilik tanah," tambahnya. 

Dwi menegaskan tower yang berada di tengah jalan Gang Duku IIB sudah tidak lagi berfungsi dan tidak bertegangan. 

"Tower itu tegangannya 110 volt, tali sekarang sudah mati, kalau mau lihat kabelnya, itu besar sekali," tegasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved