Virus Corona
Pedagang Kelelawar Tetap Berjualan Meski Diterpa Isu Corona, Habiskan Sehari Rp 300 Ribu untuk Pakan
Pedagang kelelawar di Pasar Depok Solo tetap berjualan meski hewan tersebut diduga menjadi penyebar virus corona.
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pedagang kelelawar di Pasar Depok Solo tetap berjualan meski hewan tersebut diduga menjadi penyebar virus corona.
Pedagang Setyo Budi mengatakan, ada puluhan kalong yang dia miliki.
Untuk pakan puluhan Kalong tersebut dia biasa menghabiskan Rp 300 ribu rupiah untuk membeli buah.
Dia mendapatkan kalong dari penjaring lokal di Solo Raya sendiri.
"Makannya itu buah-buahan," kata Setyo Budi, Senin (27/1/2020).
Makanan tersebut untuk memberikan perawatan yang baik untuk hewan yang dijual agar tetap sehat.
Menambahkan, Haerulah (48) mengatakan, pihaknya sudah mendengar kabar bahwa kelelawar diduga menjadi penyebab virus corona.
Namun, mereka mengaku tidak khawatir lantaran di Indonesia belum ada kasus serupa.
Selain itu, cara konsumsi di Indonesia bukan untuk makanan seperti sop melainkan untuk jamu pengobatan asma.
"Orang yang cari kelelawar (codot) tidak dikonsumsi rutin hanya untuk obat atau jamu saja," papar Haerulah.
Cara memasak kelelawar (codot) juga tidak dengan bulunya.
• Pasien RSUD dr Moewardi Solo yang Dituduh Terinfeksi Virus Corona Segera Dipindahkan ke Bangsal
• Asita Jateng Usul PPenerbangan Rute China - Solo Ditutup Sementara Demi Menakan Dampak Virus Corona
"Itu masaknya dikuliti," kata Haerulah.
Menurut dia, orang yang mengonsumsi kelelawar terpaksa untuk mencari kesembuhan penyakit seperti asma.
"Mereka makan kelelawar (codot) karena terpaksa mencari kesembuhan," papar Haerulah.
Pihaknya mengaku sudah berjualan selama lima tahun dan tidak menemukan persoalan.
Ada beberapa jenis kelelawar, untuk kelelawar (codot) per satuan dijual Rp 10 ribu dan kelelawar besar (kalong) di jual Rp 100 ribu - Rp 150 ribu. (*)