Virus Corona
Kesaksian Mahasiswa Solo yang Kuliah di Wuhan China : Ternyata Banyak Video soal Wuhan yang Hoax
Kesaksian mahasiswa Indonesia yang kuliah di Central China Normal University di Kota Wuhan, Ahmad Syaifudin.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
"Saat ini KBRI telah mengirimkan bantuan logistik, itu info terbaru yang saya dapat," jelasnya.
Dia memastikan belum ada WNI di China yang terserang virus Corona, sehingga pihak keluarga yang ada di Indonesia disarankan untuk tidak perlu panik.
"Jangan panik, dan tetap memberikan dukungan keluarga yang ada disana, karena kami percaya dengan ototritas disana," imbaunya.
• Tanggapi Virus Corona, Fedi Nuril: Mudah-mudahan Aman Tapi Tetap Waspada
• Virus Corona Merebak, Kampus di Cina Diliburkan Lebih Panjang, WNI Asal Klaten Pilih Pulang
Dia dan teman-temannya sangat percaya dengan otoritas setempat, KBRI, dan teknologi kesehatan yang di miliki China.
"Sepertinya belum ada obatnya jika terkena virus itu, sehingga jika terkena masih dikarantina di rumah sakit."
"Tapi dari pernyataan teman-teman saya kuliah di Kedokteran di sana, China memiliki perlengkapan medisnya sangat canggih," terangnya.
Beruntung dia pulang ke Indonesia pada 9 Januari 2020 kemarin.
Saat ini dia masih memantau perkembangan di Kota Wuhan dari pemberitaan media massa, chat grup, dan komunikasi dengan istrinya Hilyatu Millati Rusydiyah (33) yang masih terjebak di sana.
"Saat ini kita selalu berdoa, selalu mendoakan dan saling mendukung satu dengan yang lain," pungkasnya. (*)