Leptospirosis Serang Warga Sukoharjo

Empat Orang di Sukoharjo Positif Leptospirosis, Begini Kondisinya Kini yang Dirawat di RS UNS

Sebanyak empat orang di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo positif terjangkit Leptospirosis.

Empat Orang di Sukoharjo Positif Leptospirosis, Begini Kondisinya Kini yang Dirawat di RS UNS
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Kepala DKK Sukoharjo, dr Yunia Wahdiyati, saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (4/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak empat orang di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo positif terjangkit Leptospirosis.

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut dengan Leptospira interrogans yang terkandung di dalam air kencing, darah, atau jaringan dari hewan pengerat seperti tikus.

Kepala DKK Sukoharjo, dr Yunia Wahdiyati mengatakan, empat kasus tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu Kartasura, Baki, Sukoharjo, dan Gatak.

Marak Virus Panleukopenia, Pedagang Pasar Jongke yang Jadi Ibu Puluhan Kucing Akui Sempat Khawatir

"Kemarin yang dirawat ada 4 kasus di Rumah Sakit UNS Solo."

"Saat ini sudah pulang, sudah pulih kembali," kata Yunia saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (4/2/2020).

Yunia mengatakan pihaknya telah melakukan pemantuan surveilans epidemiologi di wilayah tempat tinggal empat orang yang positif Leptospirosis.

Takut Hewan Peliharaan Terinfeksi Virus Corona, Masyarakat China Gunakan Masker Khusus pada Anjing

"Kami sudah melakukan pemantauan di lingungan mereka tinggal, dan hasilnya saat ini sudah terkendali, tidak ada temuan kasus baru di sana," jelasnya.

Leptospirosis ini bisa menyerang manusia melalui luka yang terkena urin tikus yang  terinfeksi bakteri leptospira.

"Ini penyakit menular, potensinya karena cuaca lembab karena saat ini memasuki musim penghujan, pascabanjir, dan banyaknya populasi tikus di lingkungan rumah," terangnya.

675 Warga Tinggalkan Natuna, Kadishub: Karena Panen Cengkeh Saja Bukan Virus Corona

Selain itu, dengan banyaknya hawa tikus yang menyerang sawah, membuat petani juga berpotensi terserang Leptospirosis.

"Cara pencegahannya adalah, menjaga kebersihan lingkungan dan membasmi tikus serta sarangnya."

"Tapi bangkai tikus jangan dibuang di jalan, nanti menimbulkan masalah baru lagi," imbaunya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved