Anak WNI Eks ISIS Menangis Ingin Pulang ke Indonesia: Saya Melihat Mereka Membantai Orang-orang

Nada pun mengaku sangat ingin kembali pulang ke tanah air karena sudah tidak kuat berada di kamp pengungsi eks-ISIS di Suriah.

Editor: Hanang Yuwono
Twitter/BBCIndonesia
WNI eks-ISIS, di video unggahan akun twitter/@BBCIndonesia, Rabu (5/2/2020). Mereka menyesal dan ingin pulang ke Indonesia 

TRIBUNSOLO.COM -- Dua orang WNI ayah dan anak yang bergabung dengan ISIS mengisahkan pengalaman pahit dalam dunia terorisme yang mereka sesali.

Dilansir TribunWow.com dari unggahan akun Twitter BBC Indonesia, @BBCIndonesia, tampak seorang wanita bernama Nada Fedulla yang sampai menangis, karena tak bisa kembali ke Indonesia.

Nada pun mengaku sangat ingin kembali pulang ke tanah air karena sudah tidak kuat berada di kamp pengungsi eks-ISIS di Suriah.

Mulanya Nada, anak seorang anggota eks-ISIS asal Indonesia tidak menyadari bahwa ayahnya akan membawanya ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Sosok Amir Mohammed al-Salbi Dijuluki Si Penghancur, Pimpinan Baru ISIS yang Dihargai Rp 68 Miliar

"Sebelumnya saya tidak tahu Ayah akan membawa kami ke sini," jelasnya.

Nada mengatakan ketika masih di Indonesia, dirinya sempat memiliki cita-cita untuk menjadi dokter dan merupakan pribadi yang senang belajar.

"Saat masih bersekolah, saya bercita-cita menjadi dokter, dan saya sangat senang belajar," ujarnya, dikutip TribunSolo.com dari TribunWow.com.

Setelah masuk dan hidup di lingkungan ISIS, Nada mengatakan dirinya kadang melihat kebrutalan tentara ISIS yang membantai orang di depan publik agar dapat dilihat oleh seluruh anggotanya.

"Ketika saya pergi berbelanja dengan keluarga, kadang-kadang saya melihat mereka membantai orang-orang," papar Nada.

Ini Sosok Pemimpin Baru ISIS, Pengganti Abu Bakr al-Baghdadi

Nada mengakui dirinya sudah pernah melihat kesadisan dan kebrutalan yang dilakukan oleh anggota ISIS.

"Kepala dan mayat-mayat," terangnya.

Ia lanjut bercerita bagaimana perasaannya terhadap ayahnya yang membawanya ke Suriah, sehingga kini dirinya harus merelakan cita-citanya menjadi dokter.

Nada mengakui dirinya sudah memaafkan ayahnya dan memaklumi kesalahan yang dibuat oleh ayahnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved