Berita Sukoharjo Terbaru

Dukung Kegiatan Keraton Pajang, Pemkab Sukoharjo sebut Bukan Keraton Abal-abal

Dukung Kegiatan Keraton Pajang, Pemkab Sukoharjo sebut Bukan Keraton Abal-abal

Dukung Kegiatan Keraton Pajang, Pemkab Sukoharjo sebut Bukan Keraton Abal-abal
TribunSolo.com/Agil Tri
Acara haul Joko Tingkir (Sultan Hadiwijaya) ke-438 di Yayasan Kasultanan Karaton Pajang, Sukoharjo, Minggu (9/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUSOLO.COM, SUKOHARJO –  Pemerintah Kabupaten (Pemab) Sukoharjo mengapresiasi kegiatan kebudayaan yang dilakukan Yayasan Kasultanan Keraton Pajang (YKKP) yang terletak di dukuh Sonojiwan, Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekda Sukoharjo, Eko Adji Arianto mewakili Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat menghadiri Haul Joko Tingkir ke 438 di YKKP, Minggu (9/2/2020).

"Saya mengapresiasi kegiatan Haul (Joko Tingkir) ini, karena memperingati tokoh jawa yang harus kita uri-uri," kata Eko.

Ini Alasannya, Kasultanan Keraton Pajang Tak Mau Disamakan dengan Yayasan Kasultanan Keraton Pajang

Kasultanan Keraton Pajang Gelar Haul Joko Tingkir: Amanah untuk Menghidupkan Kembali Budaya

Haul merupakan kegiatan yang bertepatan dengan wafatnya seseorang yang ditokohkan oleh masyarakat, untuk mengetahui keteladanan dan mengenal tokoh tersebut.

"Joko Tingkir adalah tokoh besar dan berperan dalam perjuangan bangsa Indonesia, dan telah menanamkan nilai luhur dan keteladanan, sehingga dapat di contoh oleh masyarakat," ucapnya saat membacakan sambutan Bupati Sukoharjo.

Menurutnya acara yang diadakan YKKP setiap tahunnya sudah masuk dalam agenda kebudayaan Kabupaten Sukoharjo.

"Acara ini masuk agenda Kabupaten Sukoharjo, dan kami mendukung kegiatan ini," papar Eko. 

"Saya harap nanti Dinas terkait bisa mengadakan koordinasi terkait kegiatan kebudayaan ini," imbuhnya.

Terkait dengan munculnya pengakuan keraton baru, yang akhir-akhir banyak bermunculan di nusantara, Adji mengajak masyarakat untuk menyikapinya dengan bijaksana.

"YKKP ini kraton resmi, catatan sejarahnya mungkin ada," kata Eko. 

"Selain itu, keberadaaan kraton sebagai sejarah bangsa harus kita pertahankan sebagai salah satu identitas budaya kita," tutupnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved