Breaking News:

Emak Emak Pencopet di Solo Diringkus

Polisi Terima Laporan Ada 7 Ponsel Penonton yang Hilang Dicopet Emak-emak saat Festival Jenang Solo

Dalam sehari ini ada tujuh ponsel warga yang dilaporkan hilang di Ndalem Joyokusuman, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Senin (17/2/2020).

TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo (dua dari kiri), meninjau tenda 'tempat istirahat copet', di Terminal Tirtonadi Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dalam sehari ini ada tujuh ponsel warga yang dilaporkan hilang di Ndalem Joyokusuman, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Senin (17/2/2020).

Para pencopet ini jelas mengotori kegiatan Festival Jenang Sala yang disambut baik masyarakat Solo.

Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Tegar Satrio Wicaksono mengatakan, ada tujuh orang korban yang melaporkan kehilangan ponsel di Festival Jenang Solo.

"Baru 7 orang yang kami dapatkan laporannya," ujar dia.

Saat ini baru ada tiga pelaku yang tertangkap dan diduga masih ada empat pelaku lagi yang menjadi buronan polisi.

Modus Emak-emak Pencopet Ini Gunakan Jilbab Besar dan Cadar untuk Tutupi Tangan saat Beraksi di Solo

Tiga pelaku yang tertangkap yakni SJ (38) warga Klaten Selatan, Klaten dan PN (65) warga Klaten Tengah, Klaten serta ST (66) Tingkir, Salatiga.

Penangkapan copet ini berdasarkan laporan warga dan kemudian Polsek Pasar Kliwon menindaklanjuti.

Emak-emak Diduga Copet Diringkus Polisi saat Lancarkan Aksi di Festival Jenang Solo, Ini Kondisinya

Dari pengakuan para pelaku pada Kapolsek Pasar Kliwon, mereka menggunakan jilbab besar dan cadar untuk menutupi aksinya.

"Mereka ini sudah ahli dalam melakukan aksinya saat melakukan Pencopetan pada korbannya," papar Tegar.

Antisipasi Pergerakan Copet di Haul Habib Ali di Solo, Polisi Kerahkan 200 Personel

"Jilbab dan cadar besar digunakan untuk menutupi aksi mereka," papar AKP Tegar.

Semuanya sudah disiapkan sindikat ini bagaimana mereka mencari lokasi yang ramai dan korban yang lengah.

Walaupun perempuan para pelaku pencopetan ini sudah terlihat ahli.

Mereka berasal dari Klaten dan Salatiga datang ke Solo untuk melancarkan aksi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved