Penyiar Radio Dihajar Mantan Pacar
Curhat Penyiar Radio di Solo yang Dihajar Pacar karena Tagih Utang : Baru Jalan 3 Bulan Sudah Kasar
Curhat Penyiar Radio di Solo yang Dihajar Pacar karena Tagih Utang : Baru Jalan 3 Bulan Sudah Kasar
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – YP (24), penyiar radio di Solo yang mengaku dipukuli mantan pacarnya setelah menagih utang, mengisahkan, Piala Dunia 2018 menjadi momen awal kedekatannya dan sang mantan pacar AM (24).
Mereka bertemu tatkala YP memandu acara bertajuk Piala Dunia 2018 di salah satu pusat perbelanjaan kawasan Solo Baru, Sukoharjo.
• Penyiar Radio di Solo Dihajar Mantan Pacar, Gara-gara Minta Si Cowok Lunasi Utang Jaman Pacaran
• Demi Rp 15 Juta, Cewek Menahan Rasa Sakit dari Malaysia ke Surabaya, Sembunyikan Sabu Dalam Kemaluan
“AM itu temannya teman aku, dan awalnya aku dekat sama temanku itu, dulu pertama ketemu di Solo Paragon saat aku mengisi di sebuah acara, terus dia mengirim pesan di messenger, lalu kami tukar nomor Whatsapp, dia bilang pernah ketemu denganku, tapi waktu itu aku lupa,” ujar YP kepada TribunSolo.com, (20/2/2020).
“Akhirnya ketemu lagi di The Park Mall saat acara Piala Dunia karena waktu itu aku memandu acara sampai malam hari dan ditemani sama mereka,” imbuhnya membeberkan.
Lambat laun, AM menjadi teman curhat YP terkait teman yang sedang dekat dengannya itu.
“Seiring berjalannya waktu, ceritanya sama AM karena teman aku itu tipe orang yang cuek, dingin, dan suka main game, saya tidak menemukan kenyaman dengan temanku itu dan malah menemukan kenyamanan dengan AM,” jelas YP.
“Akhirnya, lama tidak menghubungi temanu itu terus nyambungnya sama AM dan akhirnya pacaran sekira bulan Oktober 2018,” tambahnya.
Selang tiga bulan menjalani hubungan, semuanya perlahan berubah.
AM yang awalnya perhatian berubah, ia mulai berbuat kasar dan berani main tangan terhadap YP.
Meski tersakiti, YP masih bisa memaafkan AM pada waktu itu.
“Bayangin, waktu aku bekerja jadi MC, diajak berbincang sama cowok waktu manggung itu kan biasa, tapi malah aku ditendang, bahkan kalau ada klien yang lebih ganteng dari dia, tidak boleh diambil tawaran MC-nya,” tutur YP.
“Apa yang aku lakukan harus dilaporkan kepada AM, termasuk aku pergi kerja sebagai MC, laporannya harus detail, harus di-screenshot dan dikirim ke dia,” tambahnya.
Tak hanya itu, YP jadi tidak bisa leluasa untuk menyelesaikan skripsinya selepas berpacaran dengan AM.
“Masa sebelum sama dia, aku sering ke kampus menyelesaikan skripsi, semua bebas-bebas saja, semenjak sama dia semua harus dilaporkan,” katanya.
AM terkadang tidak percaya bila YP menunaikan kewajibannya menyelesaikan skripsi.
“Ke kampus itu apa cuma ke perpustakaan, ketika selesai masih bisa nongkrong dulu sebentar di taman buat menyegarkan pikiran, tapi dipikirannya itu, pamitan ke kampus malah ke taman, mungkin karena dia tidak pernah merasakan bagaimana kehidupan kampus,” ujar YP.
“Mungkin pikirannya kalau orang kuliah itu datang ke kelas, duduk terus mendengarkan penjelasan dosen, lalu istirahat ke kantin, ya, dipikirannya mungkin kuliah itu kayak di SMA,” imbuhnya.
YP mengatakan dosen pembimbing skripsinya bahkan sampai tahu perlakuan yang diterimanya itu.
“Dosenku tau itu sampai bilang anak didikku saja mau lulus kok diangel-angel (dipersulit), sini suruh ketemu sama saya, mau menyelesaika skripsi kok tidak boleh,” kata YP.
“Padahal kalau di depan orang lain AM itu sering bilang begini, iya ini kakak tidak selesai-selesai kuliahnya, tidak tahu dia mau jadi apa, padahal aku itu mau menyelesaikanya cepat-cepat tapi tidak boleh sama dia,” tambahnya.
Dipukuli
Sebelumnya, AM, terancam kasus pidana, setelah dilaporkan pacarnya, YP (24), atas tindakan penganiayaan.
YP, yang bekerja sebagai seorang penyiar radio, menceritakan kisahnya ini kepada TribunSolo.com.
Penganiayaan tersebut terjadi di kos AM yang berada di daerah Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo sekira bulan November 2019.
YP mulai menceritakan, AM pernah utang kepadanya uang sebesar Rp 10 juta pada Oktober 2019.
“AM sempat meminta uang cash sebesar Rp 10 juta ke saya malam-malam, dia bahkan datang sendiri ke rumah saya, lalu ambil rekening saya untuk dia transfer ke rekening dia, dan sempat kasih lehat ke aku kalau uangnya sudah ditransfer,” terang YP kepada TribunSolo.com, Kamis (20/2/2020).
“Setelah ditransfer, saya sempat juga bilang ke salah seorang teman saya, ini terakhir kali aku meminjamkan uang sebesar Rp 10 juta ke dia, setelah ini apabila tidak ada etikat baik, sudah selesai,” imbuhnya membeberkan.
Sebelum meminta uang tersebut, AM juga pernah meminta uang sebesar Rp 2 juta yang digunakannya untuk membelikan ponsel untuk ibunya, celana, dan kemeja, dan sepatu.
YP mengatakan AM sempat memblokir nomor Whatsapp-nya beberapa hari sebelum kejadian penganiayaan terjadi.
Yp pun sempat berusaha meminta konfirmasi ke AM.
Karena kecewa AM memblokir nomornya, YP pun mantap memutus hubungan asmara dengan AM.
"Saat itu juga aku bilang putus, karena aku sudah tidak kuat dan tidak mau lagi berurusan dengan dia,” kata dia.
YP mengaku mantap memutus AM, bukan semata-mata karena utang.
Tapi, ia mengaku, AM terlalu keras kepadanya.
AM disebutnya sering melakukan tindak kekerasan hampir setiap bulan.
“Selama satu tahun aku pacaran sama dia, hampir setiap bulan, dia memukul aku, tapi saat itu masih bisa aku maafkan,” tutur YP.
“Bayangin, waktu aku bekerja jadi MC, diajak berbincang sama cowok waktu manggung itu kan biasa, tapi malah aku ditendang, bahkan kalau ada klien yang lebih ganteng dari dia, tidak boleh diambil tawaran MC-nya,” tambahnya.
AM tidak merespon keputusan YP untuk mengakhiri hubungan mereka yang disampaikan melalui Whatsapp.
Mata Tak Bisa Melihat
Kondisi tersebut membuat YP memutuskan untuk mendatangi kos AM dengan mengendari sepeda motor miliknya
Sesampainya di sana, perlakuan tidak terduga didapatkan YP.
“Pesanku tidak direspon, aku datangi kos AM, belum bilang apa-apa, pintu dibuka dan aku langsung kena tonjok dia,” jelas YP.
“Nonjoknya pas mata kanan, setelah ditonjok, aku melihat sekitar itu jadi tidak jelas, buram, hitam, rasanya mataku pecah, aku pun juga langsung jongkok dan berpikir apakah mata langsung pece atau apa,” imbuhnya.
Setelah mendapat bogem mentah, YP diajak AM masuk kamar dan mereka terlibat cekcok.
“Aku sempat dicekik dan ditamparsama AM, ponselku juga sempat ingin diminta untuk dibanting tanpa alasan yang jelas,” kata YP. .
“Akhirnya aku memutuskan menyudahi cekcok dan memutuskan pulang, waktu perjalanan pulang itu aku nangis,” tambahnya.
Sesampainya di kawasan The Park Solo Baru, YP kemudian memutuskan untuk menelpon ibunya.
“Ibu langsung tanya, kamu nangis kenapa, aku jawab habis dipukul AM,” ucap dia.
“Ibu saya kemudian menyusul saya di kawasan itu, langsung melaporkan kejadian itu ke kepolisian,” imbuhnya.
YP dan ibunya kemudian menceritakan duduk permasalahan yang dihadapi dan pihak kepolisian langsung menyarankan untuk melakukan visum di Rumah Sakir Dr Oen Solo Baru.
“Setelah melakukan visum, langsung membuat BAP dan ibu saya dijadikan saksi,” tandasnya. (*)