Kisah Sukses Perjuangan Mudofir,Anak Petani Desa yang Berhasil Jadi Profesor & Rektor IAIN Surakarta

Perjuangan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Prof Mudofir Abdullah yang selama ini merengkuh karirnya di dunia pendidikan.

Tribun-Video.com/Radifan Setiawan
Rektor IAIN Surakarta Prof Mudofir saat acara Tamu Kita di gedung Tribunnews Solo, Jalan Adi Soemarmo, Kecamatan Klodran, Karanganyar, Senin (25/2/2020). 

"Saya mencari beasiswa Kementerian Agama dan ternyata ada beasiswa satu tahun bebas SPP masuk di IAIN Surakarta," jelas Mudofir.

"Satu tahun saya mendapat beasiswa pendidikan tinggi walupun sesudah itu saya tidak tahu lagi harus mencari SPP kemana," tambahnya.

UIN Raden Mas Said Jadi Nama Baru IAIN Surakarta, Ini Alasan Di Balik Pemilihan Nama itu

Mudofir kembali harus menelan pil pahit di usia 19 tahun karena sang ayah tercinta harus meninggalkannya untuk selama-lamanya.

"Saya terpukul, saat menginjak semester tiga, ayah saya meninggal dunia," tutur dia.

"Itu sempurnalah sehingga saya pada waktu itu membayangkan apakah saya dapat kiriman uang atau tidak, jadi saya dihadapkan pilihan antara pulang dan bertahan di Solo," imbuhnya.

Mudofir memilih bertahan di Solo dengan bekerja sebagai guru les Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

"Saya memilih bertahan di Solo dengan kemampuan memberikan kursus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris," ujar dia.

"Alhamdulillahnya, itu cukup untuk makan sehari-hari," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved