Kim Jong Un: Jika Virus Corona Masuk Korea Utara, Bakal Ada Konsekuensi Serius

Pernyataan itu Kim sampaikan dalam pertemuan Partai Buruh Korea, demikian laporan yang disampaikan kantor berita Korut (KCNA).

(AFP/KCNA VIA KNS/STR)
Foto yang dirilis oleh kantor berita KCNA pada 1 Januari 2020 memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan Partai Buruh, di mana dia mengumumkan penghentian moratorium penghentian uji coba senjata. 

TRIBUNSOLO.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memperingatkan pejabat tingginya bakal ada " konsekuensi serius" jika virus corona sudah menginfeksi negaranya.

Pernyataan itu Kim sampaikan dalam pertemuan Partai Buruh Korea, demikian laporan yang disampaikan kantor berita Korut (KCNA).

Dalam pertemuan itu, Kim Jong Un menekankan pencegahan virus corona adalah "masalah krusial dalam negeri" yang membutuhkan kedisiplinan tinggi.

"Jika sampai virus itu masuk dan menjangkiti Korea Utara secara tidak tekendali, bakal ada konsekuensi serius," jelas Kim dikutip AFP Sabtu (29/2/2020).

UPDATE Virus Corona Sabtu, 29 Februari Pagi: 59 Negara Terjangkit, 2.870 Orang Meninggal Dunia

Marak Virus Corona, Visa Ditangguhkan Otoritas Arab Saudi, Begini Curhatan Agen Umrah di Solo

Dua petinggi senior, wakil ketua partai Ri Man Gun dan Pak Thae Dok, dipecat dengan unit partainya dibubarkan karena terindikasi korupsi.

Dalam laporan yang beredar, mereka terindikasi terlibat penyuapan yang berkaitan dengan upaya untuk memerangi epidemik tersebut.

Kim menyatakan, dirinya tidak ingin sampai ada laporan warganya terinfeksi virus, dan memerintahkan jajarannya menutup segala peluang bagi penyakit itu masuk.

Pyongyang hingga saat ini masih belum melaporkan satu pun kasus virus yang sudah membunuh lebih dari 2.800 orang, dan menginfeksi 84.000 lainnya.

Segala kebijakan diterapkan untuk menangkal Covid-19, nama resmi penyakitnya, di antaranya melarang turis asing hingga meliburkan tahun ajaran baru sekolah.

Pemerintah memasang pengeras suara yang selalu mengumandangkan bagaimana hidup secara higienis, di mana media pemerintah meminta "kepatuhan absolut" dari warganya.

Para diplomat negara sahabat menuturkan, kebijakan ini "sangat tak terduga", setelah mereka dikunci di dalam kediaman resmi masing-masing.

Negara tetangganya, Korea Selatan, berjibaku dengan penyebaran virus corona yang sampai saat ini sudah menjangkiti lebih dari 2.900 orang.

Duta Besar Jerman menyerukan agar Dewan Keamanan PBB bisa mempertimbangkan upaya melunakkan sanksi demi pertimbangan kemanusiaan.

Demi Cegah Virus Corona, Pemerintah Rusia Basmi Tikus dan Tangkap Anjing dan Kucing Liar

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah karena Virus Corona, Begini Tanggapan Kementerian Agama Solo

Dubes Christoph Heusgen mengatakan, dengan pengurangan sanksi tersebut, maka ekspor perlengkapan untuk membantu Korea Utara bisa dilaksanakan.

"Namun, masalahnya saat ini adalah Korut menutup perbatasannya," jelas Heusgen seusia menggelar pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB Kamis (27/2/2020).

Heusgen menyatakan bahwa Dewan Keamanan PBB meminta agar Pyongyang bisa mengizinkan perlengekapan medis bisa dikirim supaya rakyatnya terlindungi.

(Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara, Kim Jong Un Ancam Bakal Ada "Konsekuensi Serius""

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved