Solo KLB Corona
Wali Kota Solo Rudy Tegaskan Status KLB Corona Bukan Lockdown, Begini Penjelasannya
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan status kejadian luar biasa (KLB) yang ditetapkan pemerintah kota berbeda dengan lockdown.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditetapkan pemerintah kota berbeda dengan lockdown atau isolasi terhadap wilayah yang diwaspadai sebagai lokasi penyebaran Virus Corona.
"Tidak, namanya lockdown tidak ada aktivitas apapun di pemerintah kota," jelas dia, Sabtu (14/3/2020).
"Sampai saat ini kita pelayanan seperti biasa, mall silahkan buka, namun tetap ada antisipasi di depan pintu harus ada alat pencuci tangan, ada hand sanitizer, dan sebagainya," imbuhnya membeberkan.
Rudy menuturkan status kejadian luar biasa ditetapkan supaya proses penyebaran virus bernama ilmiah Covid-19 itu.
• SBY Mengaku Sudah Hubungi Jokowi, Ini Pesannya soal Virus Corona
"Status kejadian luar biasa ini mohon dimaknai yang positif, dengan status ini, proses penyebaran virus itu sendiri bisa diketahui lebih mudah," tutur dia.
"Sehingga, menetapkan Solo kejadian luar biasa supaya masyarakat waspada, melakukan pencegahan, mengantisipasi sejak dini, sehingga virus corona tidak menyebar kemana-mana," tambahnya.
Rudy mengatakan pelayanan Pemkot Solo bisa saja tidak hanya diberikan selama delapan jam sehari selama status kejadian luar biasa Virus Corona belum dicabut.
"Kejadian luar biasa ini tentang pelayanan Pemerintah Kota Solo," kata dia.
• Saat Solo KLB Corona, 7 Pasangan Pengantin Ini Tetap Ikuti Nikah Massal, Begini Ceritanya
"Yang biasanya melayani dalam sehari hanya delapan jam, sekarang bisa sampai pagi karena melakukan tracking siapa yang sudah pernah kontak dengan pasien sampai pukul 03.00 WIB," imbuhnya
Pemkot Solo terus melakukan pelacakan riwayat siapa saja yang pernah kontak dengan pasien positif Virus Corona.
• UPDATE Pasien Suspect Corona yang Dirawat di RSUD Dr Moewardi Versi Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo
"Pasien positif Corona sepulang dari Bogor, mengadakan arisan di salah satu rumah makan dan sebagainya yang perlu dilacak," jelas Rudy.
"Itu supaya penyebaran virus tidak menyebar kemana-mana, status kejadian luar biasa ini lebih tindakan preventif," tambahnya.
• Atasi Virus Corona, Wali Kota Solo Rudy Minta Semua Rumah Sakit Mau dan Siap Menangani Pasien
Orang nomor satu di Solo itu menegaskan status keladian luar biasa sebagai bentuk keseriusan Pemkot Solo dalam menangani virus Corona.
"Status kejadian luar biasa jangan dimaknai negatif, ini merupakan keseriusan Pemkot Solo dalam menangani virus Corona," ucap Rudy.
"Selain itu juga menyampaikan masyarakat bahwa Pemkot Solo mau dan mampu menangani serta mencegah," tandasnya. (*)