Breaking News:

Solo KLB Corona

Salat Jumat Tetap Diperbolehkan di Tengah Wabah Corona, Begini Imbauan Kemenag Solo

Kementerian Agama mengizinkan salat jumat tetap berlangsung di tengah penetepan status kejadian luar biasa virus Corona.

TRIBUNSOLO.COM
Salat jemaah di Masjid Agung Surakarta, Minggu (5/6/2016). 

"Tidak perlu mengarah ke satu dua titik masjid tertentu, salatlah di kampungnya masing-masing, tidak memperbanuak bepergian kemana-mana," ucap Musta'in.

"Selain itu juga, sebaiknya sementara tidak salaman dulu, kira-kira dua sampai tiga jumat ke depan, kita lihat perkembangannya, kita salamannya dari hati saja," tandasnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyatakan dalam kondisi tertentu, salat Jumat tidak perlu dilakukan.

"Dalam kondisi perkembangan tak terkendali, tidak usah Jumatan dulu. Jumatan bisa diganti salat Dhuhur di rumah. Intinya, mengurangi konsentrasi massa," kata Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji usai rapat di Kantor Gubernur Jateng, Selasa (17/3/2020), seperti dikutip TribunSolo.com dari Tribunjateng.com.

Kondisi tertentu yang dimaksud yakni berada di daerah yang berpotensi tinggi terjangkit Covid-19.

"Seperti halnya Solo misalnya, yang memang pemerintahnya sudah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) soal corona," jelasnya.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di daerah tersebut diperbolehkan meninggalkan jemaah salat lima waktu atau rawatib di masjid atau tempat umum lainnya.

Sementara, umat Islam yang berada di daerah berpotensi rendah terjangkit Covid-19 diminta tetap melaksanakan salat Jumat di masjid.

Namun, MUI mengimbau tetap mengurangi kontak fisik, membawa sajadah sendiri serta rajin cuci tangan.

"Jemaah akan lewat satu pintu, pemeriksaan juga dilakukan. Jemaah diimbau untuk berwudhu dari rumah. Lalu, memakai hand sanitizer. Bisa wudhu di masjid, nanti akan disediakan sabun," terangnya.

Karena karpet telah digulung, warga diminta membawa sajadah sendiri.

"Wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus corona, seperti tidak kontak fisik langsung bersalaman, berpelukan, cium tangan. Selesai salat Jumat tidak berkerumun lagi," imbuhnya.

MUI juga meminta agar khatib menyampaikan materi khotbah dengan singkat. Disarankan, menyampaikan materi bahaya corona dan pencegahannya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved