Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Alami Kondisi Darurat Saat Berkendara, Sebaiknya Pakai Rem Depan atau Belakang? Simak Ulasannya

“Kondisi itu diatur oleh komputer dengan tekanan yang berbeda, biasanya depan 60 persen, belakang 40 persen,” ujar Sony.

(Kompas.com/Donny)
Motor listrik BF Goodrich BF-CG 

TRIBUNSOLO.COM - Pengendara motor sering mengalami kondisi darurat saat berkendara di jalan raya. 

Lantas, bagaimana baiknya bila mengalami kondisi darurat tersebut.

Dalam kondisi darurat tentu harus dimengerti bagaimana yang harus dilakukan entah menggunakan rem depan atau belakang, berikut ulasannya.

Produsen Otomotif Morris Garage (MG) Bakal Luncurkan Mobil Tipe SUV Maret ini, Intip Bentuknya

Solo Wheels Expo 2019 Diharapkan Bisa Jadi Ruang Inovasi Otomotif di Daerah

Teknik pengereman pada sepeda motor merupakan pengetahuan dasar yang wajib dikuasai seluruh bikers. Pasalnya, ketika berada di jalan, banyak kondisi atau ancaman yang tidak terduga sehingga harus melakukan rem mendadak, sehingga wajib tahu apa yang harus dilakukan.

Saat berada dalam kondisi darurat, rem mana yang lebih aman digunakan untuk pengendara motor?

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, mengatakan, dalam melakukan pengereman pada sepeda motor ada beberapa urutan yang harus dilakukan.

“Pertama harus dilakukan adalah tutup gas, kemudian tarik rem tangan depan dengan empat jari agar gas dapat tertutup dengan sempurna, baru kemudian injak rem belakang atau tarik tuas rem kiri (belakang) secara bersamaan,” ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/03/2020)

Selain itu, posisikan tubuh agak mundur ke belakang ketika melakukan pengereman mendadak. Upaya ini dilakukan untuk membantu gaya gravitasi yang tertumpu pada ban depan, sekaligus mencegah roda belakang terangakat.

“Saat terjadi pengereman mendadak, pengemudi bisa menekan rem depan lebih kuat jika kondisi jalan baik. Namun, jika kondisi jalan licin, berbatu atau pasir sebaiknya penggunaan rem depan dikurangi,” ujar Agus.

Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, juga menyarankan hal yang sama.

“ Motor yang melakukan rem mendadak pada kondisi darurat, sebaiknya gunakan rem depan dahulu dengan cara meremas handle rem. Jika dilakukan dengan kasar akan membuat motor selip atau jatuh. Setelah itu kira-kira satu detik, rem belakang ikut aktif,” ujar Sony.

Sony menambahkan, pada motor-motor keluaran terbaru sebenarnya sudah ada aplikasi rem depan dan rem belakang yang dapat bekerja secara bersamaan ketika satu handle rem diremas. Misalnya, pada Honda menyebutnya dengan sistem combie brake alias rem kombinasi depan dan belakang. 

“Kondisi itu diatur oleh komputer dengan tekanan yang berbeda, biasanya depan 60 persen, belakang 40 persen,” ujar Sony.

Kebanyakan pengendara melakukan pengereman dengan menekan rem sekuat tenaga karena panik. Akibatnya, ban akan terkunci sehingga selip dan menimbulkan celaka.

Maka dari itu Agus kembali mengingatkan, usahakan jangan menarik salah satu rem secara kuat dalam kondisi gas masih tinggi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved