Lawan Corona, India Nyatakan Lockdown Total Selama 21 Hari
Sekelompok ilmuwan yang berbasis di AS pekan ini menuturkan, angka penularan di India bisa berkembang menjadi 1,3 juta jiwa jika dibiarkan.
TRIBUNSOLO.COM - Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona.
Modi menyatakan, Negeri "Bollywood" bakal memasuki masa karantina massal itu pada Selasa tengah malam waktu setempat (24/3/2020). Kebijakan yang berdampak pada 1,3 miliar jiwa.
"Mulai pukul 00.00 hari ini, seluruh negara akan ditutup. Lockdown total," tegas Modi dalam tayangan televisi mengomentari kebijakan bagi negara berpopulasi terbesar kedua dunia itu.
"Untuk menyelamatkan India, bangsa ini, setiap warga, Anda, keluarga Anda, setiap jalan, setiap lingkungan akan mendapat kebijakan ketat," tegasnya dikutip AFP.
• Social Distancing Diganti Jadi Physical Distancing, Begini Penjelasan WHO
• Daftar Harga HP Oppo Terbaru Maret 2020, Mulai Rp 2 Jutaan hingga Rp 8 Jutaan
Menyusul pengumuman itu, polisi akan bersiaga dengan jam malam bakal diberlakukan di sejumlah tempat, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Otoritas kesehatan menyatakan, virus corona sudah menyebar dari kota-kota besar ke kawasan yang lebih kecil di Negeri "Bollywood".
Dinas kesehatan di Negara Bagian Maharashtra berujar, kasus baru mulai bermunculan di kota kecil setelah terdeteksi di Mumbai.
"Tren ini jelas mengkhawatirkan. Sebab, kota kecil tidak mempunyai infrastruktur lengkap menghadapi wabah," kata pejabat anonim tersebut.
Pemerintah negara bagian sudah menerapkan lockdown versi mereka, di mana bus dan kereta dilarang beroperasi, serta mengosongkan jalan raya.
Mengacu kepada pernyataan Modi, sekitar tiga per empat dari 1,3 miliar orang bakal dikarantina Selasa, dengan sisanya menyusul.
Sekelompok ilmuwan yang berbasis di AS pekan ini menuturkan, angka penularan di India bisa berkembang menjadi 1,3 juta jiwa jika dibiarkan.
"Bahkan dengan skenario terbaik sekali pun, kemungkinan, Anda masih berada dalam krisis," kata Bhramar Mukherjee, profesor biostatistik dan epidemiologi di Universitas Michigan.
Pada Senin (23/3/2020), polisi di New Delhi berusaha membubarkan massa yang menggelar aksi protes menentang UU Kewarganegaraan yang kontroversial.
Puluhan pengunjuk rasa, kebanyakan perempuan, terus menggelar demonstrasi sejak Desember 2019 di Shaheen Bagh. Menentang UU yang dianggap mendiskriminasi Muslim.
• 4 Zodiak yang Sering Disebut Cocok Sebagai Istri Idaman, Zodikamu Termasuk?
• Kumpulan Ucapan Hari Raya Nyepi yang Cocok Jadi Status di Media Sosial
Komisioner Kepolisian Delhi, DC Srivastava mengatakan, anggotanya yang berpakaian lengkap mengelilingi demonstran dan meminta mereka untuk pergi.
"Saat ini lingkungannya sangat berbahaya karena virus corona," tegas Srivastava. India saat ini mengonfirmasi 519 kasus dan 10 kematian.
(Ardi Priyatno Utomo)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perangi Virus Corona, India Lockdown Total Selama 21 Hari"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/taj-mahal_20160525_173937.jpg)