Solo KLB Corona
Nol Pasien Positif Covid-19, Gugus Tugas Kota Solo: Bukan Berarti Kita Bebas
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menegaskan masyarakat tetap harus waspada meski jumlah pasien baru positif Covid-19 asal Solo masih nihil.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menyampaikan, masyarakat tetap harus waspada meski jumlah pasien baru positif Covid-19 asal Solo masih nihil.
Apalagi, jumlah warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terus meningkat tiap harinya.
Jumlah ODP saat ini telah mencapai angka 232 orang dan PDP sebanyak 32 orang.
• Hari Ini, Napi di Rutan Solo Raya Dapat Asimilasi, Ini Jumlah yang Dikeluarkan pada 1 April 2020
"Masih ada penambahan meskipun tidak besar, data yang bertambah terutama PDP dan ODP menjadi perhatian kita semua," terang Ahyani, Rabu (1/4/2020).
"Itu karena yang namanya PDP maupun ODP merupakan orang-orang yang kemungkinan harus dirawat agar tidak semakin akut atau meningkat menjadi pasien yang semakin berat penyakitnya dan diharapkan sembuh," imbuhnya membeberkan.
• Satu Orang Positif Corona Di Klaten, Diketahui Sering Keluar Kota, Begini Kondisinya
Kondisi tersebut diharapkan membuat masyarakat Kota Solo tetap waspada terhadap pandemi Corona.
Penerapan social distancing, physical distancing, dan mengurangi aktivitas di luar rumah masih diperlukan sampai saat ini.
Ditambah lagi, Pemerintah Kota Solo belum mencabut pemberlakuan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona.
• Ini Jumlah Pelanggan PLN Di Solo Yang Tidak Akan Membayar Listrik Selama 3 Bulan Kedepan
"Dengan penambahan ini kami harapkan masyarakat menjadi lebih waspada agar ke depan tidak bertambah lagi," tutur Ahyani.
"Karena kemarin disampaikan Kota Solo sudah tidak ada yang terkonfirmasi Corona, namun bukan berarti kita semua bebas begitu saja, keluar rumah, atau berkerumun,"
"Yang namanya virus ini sangat tidak bisa diprediksi," tambahnya.
• BREAKING NEWS : Klaten Umumkan KLB Corona Karena Ditemukan 1 Orang Positif Covid-19
Ahyani menjelaskan kewaspadaan perlu mengingat Kota Solo merupakan kota rujukan penanganan pasien Covid-19.
"Kepada masyarakat, kita harus tetap waspada setidaknya satu sampai dua bulan ke depan, kita jaga sampai angka yang ODP dan PDP kalau bisa turun," jelas dia.
"Saat ini kita masih dalam tanggap darurat," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sekda-solo-ahyani.jpg)