Breaking News:

Gunung Merapi Erupsi

Seminggu Ini Merapi Tak Berhenti Erupsi saat Pandemi Corona, Warga Klaten Dengar Suara Gemuruh Keras

Dalam seminggu ini di saat terjadinya pandemi virus Corona atau Covid -19, Gunung Merapi terus mengeluarkan awan panas.

BPPTKG
Ilustrasi : Gunung Merapi kembali erupsi pada Sabtu (28/3/2020) pukul 05.21 WIB. Teramati tinggi kolom erupsi 2000 m dan arah erupsi ke Barat. Status waspada. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dalam seminggu ini di saat terjadinya pandemi virus Corona atau Covid -19, Gunung Merapi terus mengeluarkan awan panas.

Terakhir pada Kamis (2/4/2020) pukul 15.10 WIB.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com dari BPPTG, erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 78 mm dan durasi 345 detik.

Dibandingan dengan sebelumnya, kini tinggi kolom erupsi 3.000 meter dari puncak dengan arah angin ke timur.

Saat dikonfirmasi kepada Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten, Nur Cahyo erupsi yang terjadi pada sore ini tersebut, terdengar oleh warga.

Nur mengatakan warga di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten mendengar suara gemuruh yang sangat jelas dan keras saat terjadi erupsi tersebut.

Gunung Merapi Kembali Erupsi Kamis Sore Ini, Masyarakat Diimbau Antisipasi Jika Terjadi Hujan Abu

"Menurut laporan, pada saat merapi erupsi, warga Tegalmulyo, Kemalang mendengar suara gemuruh sangat jelas dan keras," ucap Nur.

Namun meskipun demikian, menurut dia 3 desa yang berada di dekat Gunung Merapi masih aman.

"Desa Balerante, Desa Sidorejo, dan Desa Tegalmulyo terpantau masih aman," jelasnya.

"Belum ada laporan abu vulkanik yang turun ke 3 desa tersebut," ujar dia menekankan.

Gunung Merapi Erupsi Lagi Dini Hari Ini, Boyolali Masih Terpantau Aman

Dia menambahkan, masyarakat doi tiga desa tersebut masih melakukan aktivitas seperti biasa.

"Masyarakat di sana terpantau tetap tenang dan melakukan aktivitasnya seperti biasa," kata Nur.

Sebelumnya, berdasarkan rangkuman TribunSolo.com, dalam seminggu ini sejak Jumat (27/3/2020) lalu, gunung aktif itu terus mengeluarkan awan panas dengan tinggi kolom erupsi ± 5.000 meter dari puncak.

Kemudian berlanjut pada 28 Maret 2020 beberapa kali dan 29 Maret 2020. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved