Virus Corona

Penelitian Monash University Sebut Obat Kutu Bisa Hancurkan Virus Corona, Dijual Bebas di Apotek

Sebuah penelitian dari Monash University, Australia, menyebut obat kutu bisa menghancurkan sel SARS-CoV-2

Tayang:
Freepik.com
Ilustrasi virus corona. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah penelitian dari Monash University, Australia, menyebut obat kutu bisa menghancurkan sel SARS-CoV-2, atau yang lebih jamak dikenal dengan nama Virus Corona.

Dilansir The Daily Mail, dalam penelitian tersebut, peneliti menyebut kandungan obat kutu itu bisa membunuh Virus Corona dalam hitungan 48 jam.

Aktor Film Seri The Flash Meninggal Usia 16 tahun, Keluarga Tak Bisa Melayat karena Isolasi Corona

Pemudik yang Berkunjung Singkat ke Solo Tetap Harus Melapor, Begini Imbauannya

Ivermectin, nama obat kutu yang dipakai oleh peneliti di Monash University itu disebut-sebut sebagai obat kutu yang mudah ditemukan di penjuru dunia.

Menurut peneliti, obat kutu itu bisa menghambat bertumbuhnya virus, sampai akhirnya membunuhnya.

"Kami menemukan kandungannya bisa membunuh semua kandungan genetik dari virus tersebut, dalam 48 jam. Bahkan dalam 24 jam, hasilnya sudah sangat luar biasa," kata peneliti di Monash Biomedicine Discovery Institute, Dr Kylie Wagstaff.

Meski demikian, Dr Kylie Wagstaff belum menyebut bagaimana tepatnya obat itu bisa membunuh Virus Corona.

Ia hanya mengatakan, pihaknya saat ini fokus menentukan dosis yang tepat untuk pengobatan Virus Corona pada manusia.

"Pada saat ini, di mana kita menghadapi pandemik global dan belum ada pengobatan, bila kita menemukan obat yang tersedia di penjuru dunia, bisa jadi inilah yang akan menolong orang-orang," kata Kylie Wagstaff.

Para pakar menyebut, masih akan waktu setidaknya satu bulan, sebelum uji coba pada manusia.

Sederet Hal Kecil yang Perlu Diperhatikan Seusai Berkendara Sepeda Motor untuk Cegah Virus Corona

Masalah klasik lain, sebelum Ivermectin bisa digunakan untuk menghadapi Virus Corona, peneliti memerlukan dana yang tak sedikit untuk ujicoba.

Ivermectin adalah obat anti parasit, yang telah lolos uji badan obat Amerika Serikat, atau FDA.

Kandungan obat ini dikabarkan juga efektif digunakan untuk melawan virus-virus ganas lain, seperti HIV, demam berdarah, dan influenza.

Obat kutu jenis ini dijual bebas di apotek.

Di Australia, dilaporkan obat ini malah dijual di supermarket.

Bila anda mencari Ivermectin di Google, obat kutu atau anti parasit ini dijual bebas secara online di sejumlah e-commerce Indonesia.

Penelusuran TribunSolo.com pada Sabtu (4/4/2020), harganya, mulai dari Rp 80 ribu.

Hasil penelitian Monash University ini sebelumnya telah diterbitkan oleh jurnal Antiviral Research.

Hasil penelitian dari perguruan tinggi yang berada di Melbourne ini langsung membuat otoritas kesehatan Australia, merilis peringatan.

Dilansir ABC Australia, Menteri Kesehatan Victoria, Australia, Jenny Mikakos, meminta warga tak keburu salah paham mendengar berita hasil penelitian ini.

"Tak ada gunanya membeli obat kutu kecuali anda menggunakannya untuk mengobati masalah kutu di rambut anak kalian," ujar Mikakos, ketika ditanya wartawan soal perkembangan penelitian ini.

"Kami hanya ingin menegaskan, belakangan banyak orang tewas karena salah menggunakan obat, hanya karena dia dengar obat itu bisa mengobati sebuah penyakit,"

"Kami tak ingin warga berburu obat kutu ke apotek atau supermarket, hanya karena ilmuwan sedang melakukan penelitian soal ini," kata Mikakos. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved