Breaking News:

Solo KLB Corona

Punya Riwayat Penyakit Kanker Perut dan Jantung, Seorang PDP Asal Gatak Sukoharjo Meninggal 

Seorang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) asal Desa Sraten, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo dilaporkan meninggal dunia.

TribunSolo.com/Istimewa
ILUSTRASI : Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas bantu tangani pemakaman PDP Covid-19 di Ngumbul, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo pada Selasa (14/4/2020) pukul 20.00-22.30 WIB. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Seorang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) asal  Desa Sraten, Kecamatan Gatak,  Kabupaten Sukoharjo dilaporkan meninggal dunia. 

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, saat konferensi pers di Menara Wijaya Setda Sukoharjo Senin (27/4/2020).

Menurutnya, pasien tersebut berjenis kelamin perempuan dengan usia 58 tahun.

"Tadi ada satu pasien yang meninggal dari Gatak, dan sudah di makamkan sesuai protokol kesehatan," katanya. 

Syarat dan Cara Pendaftaran Kartu Prakerja, Gelombang Ketiga Dibuka 27 April 2020

Zaskia Gotik Bukan Ulang Tahun ke-30, Usia Asli Istri Sirajuddin Mahmud Tuai Pertanyaan

Pasien tersebut meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit UNS Sukoharjo. 

Sementara itu, Camat Gatak, Sumi Rahayu mengatakan, pasien tersebut meninggal sekitar Pukul 06.00 WIB.

"Riwayat sakit sudah lama dan yang kedua mempunyai riwayat kanker perut, dan juga memiliki riwayat penyakit jantung," jelasnya, Selasa (28/4/2020).

Dia menyebutkan, pasien tersebut sudah sekitar dua tahun menunjukan kondisi yang kurang sehat. 

Dan beberapa minggu terakhir ini mengeluhkan sesak nafas, sehingga di bawa ke RS. 

"Dia diperiksakan karena sesak nafas, saat ini kan kalau sesek mengarah ke ODP atau DPD gitu," jelasnya.

Meski belum dipastikan positif Covid-19 namun petugas medis tetap melakukan pemakaman sesuai protokol kesehatan dengan petugas mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

"Belum pasti positif, tapi pihak rumah sakit menganjurkan pemakaman protokoler jenazah Covid-19, pemakaman sekitar jam 11.00 WIB," tandasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved