Kiai Cabul Ditangkap di Wonogiri

Gerak-gerik Mencurigakan Kiai Cabul Pati Saat Kabur ke Wonogiri, Ngaku Bokek Tapi Mau Beli Motor

Ashari buron kasus pencabulan di Pati bikin warga Wonogiri curiga usai ngaku tak punya uang tapi berniat beli motor bekas

Tayang:
TribunSolo.com / Anang Ma'ruf
TAHANAN - Ilustrasi ruang tahanan. Tersangka pencabulan santriwati asal Pati di Wonogiri tertangkap di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kamis (7/6/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Warga Purwantoro, Wonogiri, curiga terhadap Ashari, buron kasus pencabulan di Pati, karena mengaku tak punya uang saku saat datang ke Desa Bakalan.
  • Meski mengaku tak membawa uang, Ashari sempat mencari motor bekas di dealer Purwantoro dengan budget di bawah Rp 5 juta.
  • Saat ditangkap polisi, tas Ashari hanya berisi pakaian ganti dan sabun mandi, tanpa uang maupun ponsel.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, mulai menaruh curiga terhadap Ashari, tersangka kasus pencabulan di Pati, setelah pria tersebut mengaku tidak memiliki uang saku saat pertama kali datang. 

Namun di sisi lain, Ashari justru sempat mencari sepeda motor bekas untuk dibeli.

"Ngakunya sempat tidak bawa uang saku, tapi kok mau beli motor, saya anehnya disitu, curiga kok aneh-aneh," ujar Tejo, warga Dusun Wotgalih RT 001 RW 008 Desa Bakalan, yang rumahnya sempat diinapi Ashari.

DITANGKAP - Ashari, kiai sekaligus pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diringkus polisi Kamis subuh ini, (7/5/2026).
DITANGKAP - Ashari, kiai sekaligus pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diringkus polisi Kamis subuh ini, (7/5/2026). (TribunSolo.com/TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal)

Ashari diketahui datang ke Desa Bakalan pada Rabu (6/5/2026) pagi.

Tujuannya menuju Gedong Giyono, petilasan yang dianggap keramat oleh sebagian masyarakat.

Selama berada di kawasan tersebut, Ashari menumpang menginap di rumah Tejo.

Menurutnya, hal itu biasa dilakukan peziarah yang datang ke lokasi petilasan.

Sempat Cari Motor Bekas di Purwantoro

Pada Rabu sore, Ashari sempat bertanya kepada Tejo mengenai penjual motor bekas, termasuk motor bodong di wilayah Purwantoro.

Karena tidak mengetahui lokasi penjual motor bodong, Tejo kemudian mengantar Ashari ke dealer motor second di Purwantoro.

Di dealer tersebut, Ashari terlihat serius melihat-lihat motor bekas dan mencari kendaraan dengan harga di bawah Rp 5 juta.

"Tanya dimana yang jual motor second, tanya harganya. Saya tanya apa mau beli katanya iya, saya antar ke dealer motor second di Purwantoro. Cari harga di bawah Rp 5 juta karena ngaku uangnya Rp 5 juta," kata Tejo.

Namun, Ashari akhirnya membatalkan niat membeli motor karena harga kendaraan yang diminati melebihi uang yang diakuinya dimiliki.

"Ada motor Mio Second harganya Rp 5,7 juta," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Pelarian Kiai Ashari ke Wonogiri: Gagal Beli Motor Bekas Uang Kurang Rp 700 Ribu

Polisi Tak Temukan Uang dan Ponsel

Kecurigaan warga semakin kuat setelah polisi melakukan penangkapan terhadap Ashari dan menggeledah barang bawaannya.

Menurut Tejo, polisi hanya menemukan pakaian ganti dan sabun mandi di dalam tas Ashari.

Tidak ditemukan uang maupun telepon genggam.

"Tasnya digeledah polisi di kamar, isinya sabun dan baju ganti, tidak ada uang, hp tidak ada," jelas dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved