Ramadhan 2020
Hukum Berpuasa Tapi Tidak Mengerjakan Shalat, Apakah Sah Puasanya?
Diketahui menunaikan shalat fardu merupakan kewajiban setiap muslim yang harus ditegakkan.
TRIBUNSOLO.COM - Kini seluruh umat muslim di dunia tengah melaksanakan ibadah di bulan ramadhan.
Namun bagaimana hukumnya mengerjakan puasa tetapi tidak mengerjakan shalat?
• Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 3 Mei 2020 / 10 Ramadhan 1441 di Kota Solo dan Sekitarnya
Apakah seseorang yang berpuasa Ramadan tapi tidak melakukan shalat 5 waktu bisa membatalkan puasa yang dilakukannya? Bagaimana jika dia sengaja atau tidak meninggalkan shalat?
Diketahui menunaikan shalat fardu merupakan kewajiban setiap muslim yang harus ditegakkan.
Dalam sebuah hadist disebutkan shalat merupakan tiang agama islam.
Selain Shalat, ada perkara lain yang juga penting dijalankan oleh setiap muslim seperti yang menunaikan zakat hingga haji bagi yang mampu serta berpuasa.
"Sholat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu." (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16, dari ‘Abdullah bin ‘Umar.)
Sementara itu Ketua Ikatan Dai Indonesia, Wahid Ahmadi menjelaskan, ulama membedakan terkait tidak melaksanakan shalat lima waktu ini menjadi dua, yaitu meninggalkan karena ingkaran, dan kedua karena tahawunan atau malas.
Ingkaron artinya orang tersebut tidak melaksanakan shalat lima waktu karena mengingkari kewajiban shalat.
Shalat merupakan kewajiban setiap muslim, sehingga harus ditunaikan.
Namun jika orang tersebut mengingkari kewajiban tersebut maka hal ini sudah tidak dianggap sebagai muslim.
"Kalau sudah mengingkari tidak dianggap sebagai muslim, kafir itu kalau mengingkari kewajiban shalat," terang Wahid.
• Hasilnya Mengagumkan, Simak 10 Artis yang Jalani Virtual Photoshoot di Tengah Pandemi Corona
Untuk kasus ini, maka tidak wajib berpuasa, karena yang wajib berpuasa adalah orang mukmin.
Di sisi lain, ada sebagian orang yang tidak melaksanakan shalat tapi hatinya beriman.
Dia juga mengakui bahwa shalat itu wajib, hanya dia merasa belum bisa melakukan, inilah yang dinamakan tahawun atau mengabaikan.