Breaking News:

Virus Corona

Mengenal Penyebab 'Paru-paru Terendam' atau Badai Sitokin Akibat Corona, Reaksi Tubuh yang Mematikan

Dokter Hermawan pun menjelaskan jika ketika mengobrol dengan pasien yang sampai di fase tersebut akan seperti sedang tercekik dan tenggelam.

yodiyim
Ilustrasi paru-paru 

Negara-negara yang melaporkan kasus infeksi tanpa gejala ini antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, dan Singapura.

Adapun pemerintah Indonesia melaporkan, banyak kasus yang positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala kesehatan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto pun juga pernah meminta masyarakat untuk lebih waspada dan hati-hati.

"Hati-hati, sekarang gambaran yang terbanyak hampir sekitar di atas 60 persen atau ada yang mengatakan sampai 70 persen penderita positif Covid-19 ini tanpa gejala atau kita sudah mengenal dengan sebutan OTG yakni Orang Tanpa Gangguan," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (6/4), dikutip dari Kompas.com.

Yuri menjelaskan, mereka yang tak mengalami gejala bisa saja merasa tubuhnya baik-baik saja karena tak menemukan adanya gangguan.

"Atau bahkan dengan gangguan minimal, karenanya disebut tanpa gejala. Itu kemudian bisa menjadi potensi untuk terjadinya sumber penyebaran baru," lanjutnya.

Lalu bagaimana kondisi terburuk orang yang terpapar virus corona hingga sering disebut paru-paru terendam dan sebabkan sesak napas bagi penderitanya?

Dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, dalam program Sapa Indonesia Pagi, Dokter Spesialis Paru-Paru, Hermawan Setiyanto menjelaskan bagaimana kondisi paru-paru terendam bisa terjadi.

Hermawan menjelaskan kondisi ini terjadi jika pasien sudah terinfeksi hingga ke alveolus.

"Ada beberapa orang yang menimbulakan gejala hingga parunya terendam, jadi infeksi virus ini bisa jadi saluran napas atas masuk ke dalam sampai turun ke bawah ke alveolus atau saluran napas terminal," ujar Hermawan.

Halaman
1234
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved