Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Nekat Konvoi Kelulusan di Solo, Polisi Siap Bubarkan, Ada Sanksi Bagi Siswa Ngeyel

"Masih wabah seperti ini tidak boleh kumpul-kumpul, tentu saja yang melakukan tentu akan kita bubarkan,"

Tribun-Video.com/Radifan Setiawan
Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai dalam Diskusi PubliktNgobrol Mewah 'Solo Merawat Toleransi' di Kantor Tribunnews, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Selasa (11/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim Polresta Solo siap membubarkan konvoi kelulusan yang dilakukan para siswa SMA, Sabtu (2/5/2020).

Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai menyampaikan sejumlah petugas telah disiagakan di perbatasan dan dalam Kota Solo.

"Tadi siang sudah diarahkan, mulai pukul 16.00 WIB, sudah diplot di perbatasan guna antisipasi konvoi luar Kota Solo," kata Andy kepada TribunSolo.com, Sabtu (2/5/2020).

Sekolah Minta Jangan Corat - coret Seragam Kelulusan, Lebih Baik Sumbangkan ke Adik Tingkat

Pengumuman Kelulusan SMA Secara Online, Cek Laman Sekolah, Siapkan NISN dan Password

"Pihak sekolah sudah koordinasi, sudah menyampaikan sore ini pengumuman tidak ada yang hadir di sekolah, sudah disampaikan melalui online," imbuhnya membeberkan.

Kombes Pol Andy menegaskan, pihaknya siap membubarkan dan menilang para siswa yang nekat melakukan konvoi.

"Masih wabah seperti ini tidak boleh kumpul-kumpul, tentu saja yang melakukan tentu akan kita bubarkan, bagi yang membuat resah masyarakat nanti kita amankan," tegas dia.

"Yang pakai knalpot brong kita tilang," tambahnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah VII Jawa Tengah, Suyanta meminta pihak kepolisian menindak tegas para siswa yang nekat konvoi di tengah pandemi Corona.

"Sudah dikomunikasikan dengan satgas Covid-19, koordinasi dengan pihak Polres dan Satpol PP juga sudah kita koordinasikan," ujar dia.

"Pengumunan saat ini modelnya online manakala ada siswa di luar itu mohon ditindak secara tegas, artinya misalnya keluarpun kumpul, dengan pemerintah sekarang yang harus social distanicng itu kan jelas-jelas melanggar,"

"Harus dibubarkan, kembali ke rumah masing masing," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved