Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Ayah Pemuda Klaten yang Terjun ke Sungai Bengawan Solo, Histeris Melihat Jasad Putranya

jang Arif Maulana (27) warga Dukuh Karang, RT: 05 RW: 03, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten ditemukan tewas di aliran sungai Bengawan So

ISTIMEWA
Sejumlah tim SAR saat mengevakusi korban tenggelam di Desa Ngrombo, Baki, Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Ujang Arif Maulana (27) warga Dukuh Karang, RT: 05 RW: 03, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten ditemukan tewas di aliran sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Ngerombo, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jumat (8/5/2020).

Korban diduga menceburkan diri ke sungai Bengawan Solo sekitar pukul 14.30 WIB.

Kepala Desa (Kades) Sidowarno Joko Sumarno mengatakan, saat kejadian tersebut, korban meninggalkan sebuah sepeda motor jenis Honda Megapro Nopol AD 2203 WV dan tas, diatas jembatan Sidowarno.

Seorang Pemuda Klaten di Temukan Tewas di Aliran Bengawan Solo, Evakuasi Dibantu Pemancing

108 warga Desa Tijaran Klaten Jalani Isolasi Mandiri, Warga dan Pemdes Bantu Logistik

"Barang korban yang ditinggal berupa Motor Megapro, tas yang berisi dompet dan identitas diri," kata Joko saat dikonfirmasi.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, korban diketahui sempat berisitirahat di atas Jembatan Sidowarno, Kebupaten Klaten.

Kemudian, korban tiba-tiba terjun dari atas jembatan dan hanyut ke aliran sungai Bengawan Solo.

Saat proses pencarian, keluarga korban sempat datang ke lokasi tempat korban terjun ke aliran sungai Bengawan Solo.

Sekitar pukul 16.30 WIB, korban kemudian ditemukan di Desa Ngerombo, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Tim Sar mencocokan identitas korban dengan ciri-ciri yang diberikan, dan menyatakan jika korban tersebut adalah Ujang Arif Maulana.

Miris, Rakyat Lagi Prihatin Corona, Anggota DPRD di Madiun ini Malah Terjaring Razia Balap Liar

Pengamat Transportasi Solo Sebut Pemerintah Harus Bertanggungjawab dengan Adanya Larangan Mudik

"Ayah korban menangis saat melihat korban," ucap Joko.

Joko menambahkan, saat kejadian arus sungai tidak begitu deras, dengan kedalaman air sekitar 7 meter.

"Kedalaman air disini mencapai 7 meter," jelasnya.

Sebelumnya pada bulan Maret 2020, Joko menerangkan di Jembatan Sidowarno juga ada seorang anak kecil yang nekat terjun dari atas jembatan. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved