Breaking News:

Solo KLB Corona

Seorang ABK Asal Sukoharjo Positif Corona, Kini Jalani Isolasi Mandiri

"Dia saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah karantina yang telah kami siapkan," katanya, Minggu (10/5/2020.

TribunSolo.com/(STR/AFP/China OUT)
ILUSTRASI : Foto ini diambil pada Selasa (18/02/2020) Seorang dokter sedang menangani pasien yang telah pulih dari infeksi virus corona (COVID-19) menyumbangkan plasma di Wuhan di Hubei, China. Sebelumnya Pejabat kesehatan China pada 17 Februari kemarin mendesak pasien yang telah pulih dari coronavirus untuk menyumbangkan darah sehingga plasma dapat diekstraksi untuk mengobati orang lain yang sakit kritis. (STR/AFP/China OUT) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 22 Anak Buah Kapal (ABK) pesiar internasional telah kembali ke Desa Pengkol di tengah pandemi virus corona ini.

Mereka kembali secara bergelombang, sejak virus corona mulai menyebar di seluruh dunia.

Kepala Desa (Kades) Pengkol Sugiyo mengatakan, mereka yang kembali langsung menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing atau di rumah karantina yang telah disiapkan Pemerintah Desa (Pemdes) Pengkol.

Mimpi Mantan Panglima TNI Djoko Santoso Sebelum Meninggal, Ingin Nikahkan Putrinya Lulusan S3 Italia

Penampakan Rumah Masa Kecil Mantan Panglima TNI Djoko Santoso, Sederhana di Kampung Baru Solo

Dari 22 ABK tersebut, satu orang berinisial D (37) dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Mei kemarin.

"Dia saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah karantina yang telah kami siapkan," katanya, Minggu (10/5/2020).

Dia mengatakan, kondisi D saat ini sehat, dan tetap kooperatif menjalani isolasi mandiri yang dianjurkan pihak medis.

"Untuk kebutuhan sehari-hari, pihak keluarga menyanggupi untuk mencukupi kebutuhannya, dan nanti akan dibantu dari Desa juga," jelasnya.

Selain D, empat orang lainnya yang bekerja di kapal pesiar internasional juga masih menjalani karantina mandiri.

"Satu orang melakukan isolasi di mushola rumahnya, dan satunya melakukan isolasi di rumahnya yang berada di luar Desa Pengkol," ucapnya. 

Sementara itu, 17 orang lainnya sudah selesai menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Sugiyo mengatakan, secara umum, kondisi 22 ABK pesiar internasional itu dalam kondisi sehat.

Selain itu, di Desa tercatat ada 55 warganya yang bekerja sebagai ABK pesiar internasional.

Kasus ini merupakan kasus pertama positif virus Corona di Desa Pengkol, dan menjadi kasus kelima di Kecamatan Nguter.

"Semoga sudah tidak ada lagi ditemukan kasus positif Covid-19," harapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved