Breaking News:

Cara Menghitung Zakat Maal Penghasilan atau Zakat Profesi, Berikut Penjelasannya

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, zakat harus dibayarkan sesuai dengan aturan dan syarat, termasuk zakat maal penghasilan atau zakat profesi.

learn-quran.online
ILUSTRASI - Cara Menghitung Zakat Maal Penghasilan atau Zakat Profesi, Berikut Penjelasannya 

TRIBUNNEWS.COM - Zakat termasuk dalam rukun Islam dan menjadi unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam.

Hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Zakat dalam bahasa memiliki arti tumbuh, berkembang, kesuburan atau bertambah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah: 10).

Dilansir zakat.or.id, menurut Hukum Islam (istilah syara'), zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu (Al Mawardi dalam kitab Al Hawiy).

Zakat termasuk dalam kategori ibadah berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.

Berapa Jumlah Zakat Fitrah 2020? Ini Besaran Zakat Fitrah dengan Uang dan Beras
Berapa Jumlah Zakat Fitrah 2020? Ini Besaran Zakat Fitrah dengan Uang dan Beras (baznas.go.id)

Apa itu zakat maal?

Selain zakat fitrah, ada juga zakat lain yang harus dibayarkan, yaitu zakat maal yang memiliki penghasilan dalam bentuk uang dan harta.

Zakat maal menurut syarat, maal adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki atau dikuasai dan dapat digunakan (dimanfaatkan) sebagaimana lazimnya.

Dengan demikian, sesuatu dapat disebut maal apabila memenuhi dua syarat berikut:

- Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai.

- Dapat diambil manfaatnya sebagaimana lazimnya.

Salah satu yang tergolong dalam zakat maal adalah zakat profesi atau zakat penghasilan.

Zakat penghasilan adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat).

Semua jenis zakat memiliki hitungan yang berbeda, namun syarat dasar nya tetap sama yakni telah mencapai nishab dan haul.

Nishab zakat penghasilan itu setara dengan 85 gram emas/ 653 kg gabah.

Bacaan Niat dan Doa Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Lengkap dengan Latin dan Artinya

Tata Cara dan Bacaan Niat Membayar Zakat Fitrah Beserta Besaran Zakat Fitrah dengan Beras dan Uang

Ilustrasi zakat.
Ilustrasi zakat. (lescahiersdelislam.fr)

Analogi Zakat Emas dan Perak

Kementerian Agama RI telah menetapkan dalam Peraturan Menteri Agama No 31 tahun 2019 bahwa;

1. Nisab zakat penghasilan senilai 85 gram emas

2. Kadar zakat pendapatan dan jasa 2,5%

Ditunaikan pada saat penghasilan diterima (Q.S Al An’am: 141), dengan ketentuan harga emas terbaru.

Misalnya, harga emas per 15 Mei 2020 adalah Rp. 900.000., maka nishab zakat profesi Rp. 76.500.000., pertahun atau Rp. 6.375.000., perbulan.

Sehingga bagi orang muslim yang memiliki penghasilan atau upah ( take home pay) lebih dari Rp. 6.375.000, perbulan, ia sudah wajib zakat penghasilan.

Ilustrasi uang zakat
Ilustrasi uang zakat (Swedish Nomad)

Analogi Zakat Pertanian

Misalnnya seorang karyawan memiliki penghasilan sebesar Rp 6.800.000,- setiap bulannya, ia ingin membayar zakat setiap bulan.

Maka cara perhitungannya zakat penghasilannya yaitu sebagai berikut:

Qiyas (disamakan) dengan 653 kg gabah (Misal: harga gabah Rp 10.000,-/kg)

Nishab = 653 x 10.000 = Rp 6.530.000,-

Karena penghasilan tersebut telah mencapai nishab, maka perlu mengeluarkan zakat penghasilan sebesar :

2,5% x Rp 6.800.000,- = Rp 170.000,- setiap bulan

Zakat penghasilan dapat diawalkan, yaitu ditunaikan tiap bulan tanpa harus menunggu satu tahun.

Contoh Perhitungan:

Fulan adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di kota Surakarta, memiliki seorang istri dan 2 orang anak.

Penghasilan bersih perbulan Rp. 1.500.000,-.

Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih Rp.625.000 per bulan

maka kelebihan dari penghasilannya = (1.500.000 - 625.000) = Rp. 975.000 perbulan.

Apabila saldo rata-rata perbulan 975.000 maka jumlah kekayaan yang dapat dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun adalah Rp. 11.700.00 (lebih dari nishab).

Dengan demikian Akbar berkewajiban membayar zakat sebesar 2.5% dari saldo.

Zakat profesi dapat dibayarkan setiap bulan sebesar 2.5% dari saldo bulanan atau 2.5 % dari saldo tahunan.

Bacaan Niat dan Doa Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Lengkap dengan Latin dan Artinya

Cara Mudah Menghitung Zakat Penghasilan, Berikut Penjelasan dan Contoh Perhitungannya

ILUSTRASI Zakat Fitrah - Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Anak, dan Keluarga Serta Besaran Zakat Fitrah
ILUSTRASI Zakat Fitrah - Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Anak, dan Keluarga Serta Besaran Zakat Fitrah (blibli.com)

Dasar Hukum mengenai zakat profesi

Firman Allah SWT:

"Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bagian" (QS. Adz Dzariyat:19)

Firman Allah SWT:

"Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik" (QS Al Baqarah 267)

Hadist Nabi SAW:

"Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu" (HR. AL Bazar dan Baehaqi)

Zakat memiliki banyak hikmah, sebagai berikut:

1. Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa
dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

2. Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah.

3. Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, emurnikan jiwa (menumbuhkan akhlaq mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah.

4. Menjadi unsur penting dalam mewujudakan keseimbangan sosial masyarakat.

5. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang tentram, aman lahir bathin.

6. Zakat adalah ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah SWT dan sebagai wujud solidaritas di masyarakat.

(Tribunnews.com/Oktaviani Wahyu Widayanti)

 
Penulis: reporter
Editor: tribunnews
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved