Info Kesehatan
Sering Muncul Keringat saat Tidur Malam? Ternyata Ini Penyebabnya
Sebaliknya, keringat malam biasa disebabkan oleh fluktuasi hormon dalam tubuh atau efek samping dari pengobatan. Hal inilah yang dapat memiliki.
Jika kita mengalami gejala ketidakseimbangan hormon lain, seperti perubahan berat badan atau sakit kepala, jangan menunda waktu untuk pergi ke dokter.
Infeksi
Jika kita sakit dengan infeksi virus atau bakteri, tubuh kita akan menaikkan suhu untuk melawan infeksi, yang menyebabkan demam.
Peningkatan suhu tubuh ini dapat menyebabkan berkeringat, dan keringat malam adalah gejala umum yang terkait demam.
"Berbagai infeksi seperti HIV, TBC, dan infeksi mononukleosis dapat menyebabkan keringat malam," kata Mandal.
"Kondisi ini dapat menghasilkan bahan kimia yang disebut sitokin yang memerangi infeksi. Sitokin dapat memicu demam dan keringat malam."
Jika kita mengalami demam selain keringat malam, kita dapat berkonsultasi dengan dokter tentang jenis infeksi apa yang ada di tubuh kita.
Konsumsi obat-obatan
Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan keringat malam, termasuk antidepresan untuk depresi atau kecemasan.
Sebuah studi tahun 2018 menemukan, hingga 14 persen orang yang menggunakan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI) atau bentuk antidepresan paling umum, mengalami keringat berlebihan dan keringat malam.
Para penulis penelitian menyimpulkan, obat-obatan ini kemungkinan memengaruhi area otak yang memproduksi hormon, yang membantu mengendalikan suhu dan keringat.
Obat lain yang dapat menyebabkan keringat malam termasuk:
1. Obat migrain triptan
2. Obat penghambat hormon
3. Obat diabetes, seperti Metformin atau insulin (periksa gula darah untuk memastikan kadar gula di dalam tubuh tidak terlalu rendah dan menyebabkan keringat malam)
Jika obat-obatan memicu keringat malam, kita dapat mencoba tidur dengan pakaian yang lebih tipis atau menjaga ruangan tetap dingin.