Breaking News:

Solo KLB Corona

Pemerintah Pusat Gaungkan The New Normal, Pemkab Sukoharjo Ogah Kendorkan Protap Kesehatan Covid-19

Yunia tetap berharap masyarakat tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa banyak saat 'The New Normal' dilaksanakan.

TribunSolo.com/Istimewa
Ilustrasi : Sejumlah anggota kepolsian saat menertibkan pengunjung di Hartono Mall Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (19/5/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Yunia Wahdiyati angkat bicara terkait penerapan 'The New Normal' yang sedang digaungkan pemerintah pusat.

Ia menerangkan penerapan itu dilakukan lantaran adanya kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi masyarakat di tengah pandemi Corona.

"Satu sisi kita punya kebutuhan mendesak yaitu pemutusan rantai penularan yang bisa dilaksanakan apabila kita disiplin atau mematuhi protokoler kesehatan yang sudah kita ketahui bersama," terang Yunia kepada TribunSolo.com, Rabu (20/5/2020).

22 Tahun Setelah Reformasi, Korupsi yang Masih Menggurita Jadi PR, Hukum Dinilai Tajam ke Bawah

Jokowi Sebut The News Normal, Bupati Sragen Yuni : Saya Minta Tetap Waspada Jangan Pernah Lengah

"Tapi di sisi lain ada kebutuhan kebutuhan mesti dipenuhi, kebutuhan ekonomi, sosial, dan keagamaan," imbuhnya membeberkan.

Pedagang keliling, misalnya ia harus berjualan keliling guna mendapatkan pemasukan meski wabah Corona belum reda.

"Kebutuhan-kebutuhan bisa dipenuhi melalui kegiatan sosial mereka, kegaitan ekonomi mereka, yang bisa dilakukan dari rumah ya dilakukan dari rumah, ya tidak bisa ya harus keluar rumah," tutur Yunia.

"Pedagang keliling, pedagang yang harus buka di satu tempat tertentu, misalnya itu harus ada tata laksana sendiri sehingga protokoler kesehatan tetap dilaksanakan disana," tambahnya.

Yunia tetap berharap masyarakat tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa banyak saat 'The New Normal' dilaksanakan.

Pandemi Corona Belum Reda, Pemerintah Pusat Gaungkan The New Normal, FX Rudy: Saya Bingung

Curhat tentang Rumah Tangga, Dewi Sandra: Kerikil-kerikil Gemes Muncul tapi Itu Normal

"Pengumpulan di satu tempat dalam jumlah banyak beresiko lebih tinggi untuk penularan, pengumpulan massa sebaiknya jangan dilakukan dulu," kata Yunia.

"Daripada di situ nanti jadi kluster baru," imbuhnya.

Yuni menuturkan pihaknya tetap akan mengikuti imbauan pemerintah pusat terkait tata laksana 'The New Normal'.

"Kami mengikuti imbauan yang diberikan pusat, artinya misal nanti pusat memberikan kebijakan, kemarin kita sempat dengar, bulan Juni sudah mulai sekolah, umur kurang 45 tahun boleh aktivitas lagi," tutur Yunia.

"Hal-hal semacam itu tetap mengikuti tapi dengan catatan protokoler harus dilaksanakan," papar dia.

"Kalau tidak bisa dilaksanakan, kami tidak bisa menjamin pemutusan rantai penularan bisa terwujud," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved