Solo KLB Corona

Hasil Rapid Test Massal di Solo : 2 Orang di Pasar Hewan Depok Reaktif, Ini Dugaan Dinas Kesehatan

Hasil uji rapid test massal terhadap 296 orang dari pengunjung, pedagang, kasir dan juru parkir di 12 pusat perbelanjaan Solo telah keluar.

TribunSolo.com/Ryantono Puji
ILUSTRASI : Pedagang Kelelawar di Pasar Depok Solo tetap berjualan meski hewan tersebut diduga menjadi penyebar virus Corona, Sabtu (14/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hasil uji rapid test massal terhadap 296 orang (spesimen) dari pengunjung, pedagang, kasir dan juru parkir di 12 pusat perbelanjaan Kota Solo telah keluar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih menyampaikan 2 orang di antara 296 spesimen dinyatakan reaktif seperti hasil rapd test yang telah keluar pada Jumat (22/5/2020).

Keduanya berasal dari Pasar Hewan Depok di Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo

"Kedua sudah saya minta untuk melakukan karantina mandiri sembari menunggu jadwal uji swab," kata Siti, Sabtu (23/5/2020).

Besok Idul Fitri di Tengah Corona, Kemenag Solo Belum Terima Pemberitahuan Salat Id dari 706 Masjid

Lonjakan Pengunjung di Pasar Tradisional dan Modern Jadi Alasan Pemkot Solo Gelar Rapid Test

Siti menduga hasil kedua orang tersebut bisa menunjukkan reaktif lantaran interaksi yang dilakukan di Pasar Depok.

"Perkiraan saya yang reaktif dari Pasar Depok mungkin karena transaksi antara pembeli dan penjual yang agak panjang," ujar dia.

"Tawar-menawarnya bisa sampai berjam-jam, warga sebaiknya lebih waspada lagi kemungkinan orang tanpa gejala yang bisa menularkan," imbuhnya membeberkan.

Potret Hotel Solo saat Lebaran di Tengah Corona, Biasanya Bisa Tolak Tamu, Kini 10 Persen Beruntung

Dua orang tersebut akan dijadwalkan pengambilan spesimen nasofaring paling cepat Selasa (26/5/2020).

Setelahnya, spesimen akan dibawa ke laboratorium Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Sukoharjo.

"Uji swab dijadwalkan hari selasa, sembari menunggu jadwal sudah saya minta untuk karantina dulu," tutur Siti.

"Yang mengambil spesimennya adalah dokter THT," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved