Virus Corona

Tanggapi Berakhirnya PSBB di Tegal, Ganjar Beberkan Potensi Penularan Corona Masih Bisa Terjadi

PSBB Kota Tegal yang telah berlangsung selama sebulan tersebut, diakhiri dengan suara sirine megaphone yang dibunyikan oleh Wali Kota Tegal

TRIBUN JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenakan masker saat melakukan sidak di ruang isolasi RS Moewardi Surakarta, Rabu (4/3/2020), terkait kesiapan mengantisipasi situasi terburuk menghadapi virus corona. 

TRIBUNSOLO.COM - Baru-baru ini kota Tegal kembali menjadi perbincangan publik selama beberapa hari terakhir.

Di media sosial, edaran soal apel penutupan PSBB di salah satu kota provinsi Jawa Tengah itu ramai diperbincangkan hingga viral.

Hasil Rapid Test di 12 Tempat Perbelanjaan Solo Keluar, 2 Pedagang Pasar Burung Reaktif

Hal ini tak lepas dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua di Kota Tegal, berakhir pada Jumat (22/5/2020).

Dikutip dari TribunJateng, Dalam pantauan tribunjateng.com, Pemerintah Kota Tegal sudah mengangkat semua pembatas beton yang menutup akses masuk ke Kota Tegal.

PSBB Kota Tegal yang telah berlangsung selama sebulan tersebut, diakhiri dengan suara sirine megaphone yang dibunyikan oleh Wali Kota Tegal dan jajaran Forkopimda Kota Tegal.

Kemudian diikuti dengan suara sirine dari mobil ambulans yang berjejer rapih di depan Balai Kota Tegal.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengajak Forkopimda dan peserta apel untuk melakukan sujud syukur.

Setelah itu secara simbolis, Dedy Yon memberikan penghargaan kepada tenaga medis di Kota Tegal, baik dokter maupun perawat.

"Malam hari ini kita mengakhiri PSBB di Kota Tegal. Tadi dalam rangkaian apel, kita memberikan penghargaan kepada tim medis, para dokter dan para perawat. Yang tentunya mereka ada di garda terdepan, menolong masyarakat yang ditangani di rumah sakit," kata Dedy Yon seusai berakhirnya apel dilansir dari TribunJateng.

Update Corona di Indonesia 23 Mei: Terjadi Lonjakan Kasus, Kini Total 21.745 Kasus, 5.249 Sembuh

Dedy Yon berpesan, meski sudah dinyatakan zona hijau, masyarakat harus menganggap ini sebagai zona kuning.

Halaman
1234
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved