Berita Klaten terbaru

Bupati Klaten Lantik 715 CPNS, Peserta Langsung Sujud Syukur

upati Klaten Sri Mulyani, melantik 715 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Jumat (5/6/2020).

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Para CPNS yang diangkat PNS sujud syukur di depan Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (5/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani, melantik 715 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Jumat (5/6/2020).

Dalam pelaksanaan pelantikan tersebut dilakukan secara virtual melalui video conference.

Nampak para peserta usai dilantik langsung melakukan sujud syukur di halaman Pemkab Klaten.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Klaten, Surti Hartini mengatakan, pelantikan CPNS menjadi PNS di Klaten dengan cara virtual karena masih dalam pandemi virus corona.

KPU Klaten Masih Menunggu Regulasi Pelaksanaan Pilkada Serentak pada Desember 2020

Cerita Balon Udara Raksasa Berasap Nyangkut di SPBU kalijambe Sragen, Ada Tulisan Balon Cah Solo

"Pengangkatan CPNS menjadi PNS sesuai dengan Pasal 36 Peraturan Pemerintah Nomer 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, yakni lulus pendidikan dan pelatihan prajabatan, sehat jasmani dan rohani dibuktikan tes kesehatan," kata Surti.

Surti mengatakan dalam pelantikan tersebut, BKPPD Klaten menggunakan beberapa tempat yang mendukung vidcon.

"Dalam kelancaran pelantikan secara virtual tersebut, BKPPD Klaten menggunakan enam tempat yang didukung sarana vicon yang memadai," kata Surti.

Surti mengatakan, pelantikan tahap I sebanyak 360 orang dengan perincian di Pendopo Pemkab Klaten 100 orang, Ruang B2 Pemkab Klaten 40 orang, Kecamatan Klaten Tengah 45 orang, Kecamatan Jogonalan 75 orang, Kecamatan Delanggu 70 orang dan Kecamatan Pedan 30 orang.

Lalu pada tahap II di Pendopo Pemkab Klaten 95 orang, Ruang B2 Setda Klaten 40 orang, Kecamatan Klaten Tengah 45 orang, Kecamatan Jogonalan 75 orang, Kecamatan Delanggu 70 orang dan Kecamatan Pedan 30 orang.

Surti mengungkapkan, seharusnya CPNS yang dilantik menjadi PNS sebanyak 716 orang, namun ada yang meninggal dunia karena sakit satu orang atas nama Emirra Dalfiyanti Nurmalisa yang bekerja di Puskesmas Bayat.

Kasus Pemakaman Jenazah Bayat yang Positif Corona, Anggota DPRD Klaten Sesalkan Keluarga Tak Jujur

Sri Mulyani Pastikan New Normal Bertahap Diterapkan, Meski Kasus Positif Corona di Klaten Berjatuhan

Selain itu, Surti menceritakan dua peserta bernama Diah Ayu Pradewi dan Novi Astriani tetap mengikuti pelantikan meski tak bisa berkumpul di lokasi yang ditentukan.

"Novi Astriani usai melahirkan sesar kemarin di rumah sakit, jadi dia tetap mengikuti acara pelantikan di rumah sakit lengkap seragam KORPRI lengkap," kata Surti.

"Untuk Diah Ayu Pradewi, dia tak bisa mengikuti pelantikan bersama karena sedang melakukan Isolasi Mandiri karena pernah kontak dengan paisen positif Covid-19 asal Kecamatan Ceper, tetapi dia tetap mengikuti pelantikan dengan pakaian lengkap secara via vidcon yang terpisah," tambah Surti.

Buntut PNS Solo Asal Klaten Positif Covid-19, 55 Orang yang Pernah Kontak Bakal Menjalani Rapid Test

Sementara itu salah satu CPNS yang diangkat menjadi PNS Sholeh Rosidi (30) mengaku bersyukur telah diangkat menjadi PNS.

Dia mengatakan sudah melewati selama setahun untuk diangkat PNS.

"Saya bersyukur kepada jajaran Bupati Klaten, dan BKPPD yang sudah membimbing kami, dari pra jabatan hingga sampai saat ini, diangkat menjadi PNS," jelas tenaga pendidik di SD N 2 Tegalrejo, Bayat, Klaten. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved