Solo KLB Corona

Hadapi Penerapan New Normal, BPJamsostek Klaten Pakai Lapak Asik Offline, Begini Cara Ajukan Klaim

Agus menjelaskan, Lapak Asik offline ini tetap tidak mempertemukan petugas dan peserta secara langsung.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto memantu pelayanan jelang new normal di Kabupupaten Klaten, Rabu (17/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Menjelang penerapan new normal, Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto memastikan terselenggaranya pelayanan protokol layanan tanpa kontak fisik atau dikenal Lapak Asik offline di Kabupaten Klaten, Rabu (17/6/2020).

Agus menjelaskan, Lapak Asik offline ini tetap tidak mempertemukan petugas dan peserta secara langsung.

Karena kantor menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

Update Corona Solo 17 Juni : 12 Hari Tak Ada Kasus Positif, 5 Pasien Terbebas dari Jeratan Covid-19

150 Ojol Jalani Rapid Test di Solo, 8 Orang Hasilnya Reaktif, Kini Wajib Karantina Mandiri di Rumah

Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut 'One to Many'.

"Dengan metode One To Many, kemampuan produksi untuk meyelesaikan klaim meningkat lima kali lipat dan phsycial distancing tetap terjaga," jelas Agus.

Agus mengaku saat ini pihaknya sudah meimplementasikan metode ini hampir di seluruh cabang BPJS Ketenagakerjaan seluruh Indonesia.

"Terutama untuk setiap kantor yang punya ruang memadai kami akan terapkan metode ini, untuk beberapa kantor yang kecil masih dilakukan dengan cara one to one tapi tetap memperhatikan physical distancing," ujar dia.

Selain itu BPJamsostek juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal Lapak Asik kolektif.

"Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya," jelasnya.

Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan.

Mengingat Corona berdampak pada dunia usaha, sehingga yang terpaksa banyak pemberi kerja harus mem-PHK tenaga kerjanya.

Tak Dengar Rekomendasi dari Megawati di Pilkada Solo 2020, FX Rudy : Kalau Turun Saya Kabarin

Update Corona Klaten Rabu 17 Juni 2020 : Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Positif Corona 3 Hari Ini

Hal tersebut diperkirakan akan berdampak pada peningkatan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan.

"Pada awal bulan Juni ini, secara nasional klaim telah mencapai angka di atas 921 ribu kasus dan akan terus meningkat.," akunya.

Namun dirinya menyatakan bahwa BPJamsostek telah siap untuk menghadapi gelombang PHK di tengah pandemi ini.

Kabid Kepesertaan Kepesertaan yang juga Pps Kepala Kantor Cabang BPJamsostek klaten, Elies Diah Ayu Arwanti mengaku saat ini pihaknya menggunakan metode One to Many dan interview langsung.

"Untuk menunjang kelancaran klaim secara online kami menyediakan alat scan berkas sebagai sarana verifikasi pengajuan klaim secara digital dan komunikasi melalui video conference," ungkap Elies.

Pihaknya berkomitmen melayani peserta secara tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved