Berita Boyolali Terbaru
Cerita Warga Lereng Merapi Lari Keluar Rumah Ketika Erupsi, Ikuti Tradisi Langsung Buat Api Unggun
"Terdengar suara gemuruh, warga keluar rumah, kemudian melihat merapi mengeluarkan asap tebal," kata Neigen kepada TribunSolo.com.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Warga lereng Gunung Merapi dikagetkan dengan suara gemuruh, Minggu (21/6/2020).
Adapun Gunung Merapi tercatat mengalami 'batuk' sebanyak dua kali, yakni pukul 09.13 WIB dan 09.27 WIB dengan amplitudo 75 mm.
Warga Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali menjadi satu yang dikagetkan erupsi Gunung Merapi.
• Bukan 2.500 Meter, Tinggi Kolom Asap Gunung Merapi 6.000 Meter, Dua Kali Erupsi Arah Magelang
• Lebih Segar, Begini Penampakan Prediksi Wajah Baru Toyota Kijang Innova
Pasalnya, mereka hanya berjarak kurang lebih 3 kilometer dari Gunung Merapi dan ada kurang lebih 138 Kepala Keluarga.
Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra menyampaikan warga sempat menghentikan aktivitasnya dan berlari ke luar rumah.
Mereka keluar guna memastikan kondisi Gunung Merapi seusai mendengar suara gemuruh.
"Terdengar suara gemuruh, warga keluar rumah, kemudian melihat merapi mengeluarkan asap tebal," kata Neigen kepada TribunSolo.com.
"Tidak merasakan adanya getaran," tambahnya.
Neigen menuturkan warga tidak panik setelah mendengar gemuruh Gunung Merapi.
Mereka langsung melakukan adat tradisi nenek moyang saat Gunung Merapi Erupsi, yakni membuat api unggun.
Api unggun tersebut berbentuk mini dan diletakkan di depan rumah masing-masing.
"Api unggun itu sudah tradisi nenek moyang, ketika erupsi merapi masyarakat mau siang atau malam membuat api unggun," tutur dia.
"Maknanya, dari masyarakat, mereka percaya dengan api unggun, Tuhan selalu melindungi mereka," jelasnya.
Neigen menyampaikan warga saat ini sudah kembali beraktivitas normal.
"Warga sudah kembali beraktivitas normal, yang tadinya ladang lanjut ke ladang, yang masak kembali masak," terang dia.
"Tidak ada hujan abu, kondisi saat ini matahari terlihat, merapi terlihat hanya punckanya saja yang tertutup kabut," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/unung-merapi-yang-mengalami-erupsi-l.jpg)